BATURAJA TIMUR, Buanaindonesia.com- Pasrah dan terus berusaha. Inilah yang terus dilakukan Ribut (50), ayah Siti Khofifah bayi yang lahir 29 Desember 2015 kemarin. Ya, sejak lahir, Siti Khofifiah diduga menderita kanker pembuluh darah di bagian kepala kiri. Akibatnya, wajah sebelah kiri balita tersebut, bengkak besar.
“Kalau staminanya drop, tubuh anak saya bewarna biru kehitaman,” kata Ribut, dibincangi siang tadi (15/2) dikediamannya.
Siti Khofifah merupakan anak ketujuh pasangan Ribut dengan Iswati (45). Selama mengandung, Iswati tidak ada gejala yang aneh maupun firasat. Hanya saja, memang diakuinya lima bulan menjelang persalinan, dirinya tidak mau makan dan minum. Dan hal itu baru terjadi saat mengandung Siti Khofifah.
Meski demikian, proses persalinan normal, dengan bobot lahir 3,5 kg dan panjang 49 cm serta usia bayi sudah cukup bulan. “Memang ketika lahir sudah ada penyakit itu. Tapi ukurannya kecil,”ungkapnya.
Semakin hari, kanker yang ada di bagian kepala Siti terus membesar. Jika selama ini, balita yang mengambil nama menteri sosial itu, mampu menangis dengan keras, sejak beberapa hari belakangan, suara tangisnya mengecil. Hal ini lantara, bengkak di pipi kirinya sudah menekan lidah. Sehingga lidah menutup sedikit tenggorokan.
“Kalau makannnya sedikit sudah. Kadang pakai ASI tapi diselingi sama susu kemasan,”bebernya.
Selama 13 hari, Ribut sempat merawat anaknya di RSUD Ibnu Sutowo. Namun, pihak rumah sakit menyarankan akan dirujuk ke Palembang. Nah, hal ini membuat dia dan keluarganya bingung disatu sisi sang anak butuh perawatan, sisi lain dirinya tidak ada uang. Karena sejak Oktober lalu, tak ada pekerjaan yang dilakukannya.
“Bingung untuk ongkos sama uang persediaan selama di palembang dan uang untuk kebutuhan di Baturaja,”keluhnya.
Alhasil, karena belum memiliki persediaan uang untuk selama di Palembang, Ribut pun membawa pulang anaknya. Di rumah papan ukuran 5 X 3,5 meter, berlantai tanah, kawasan RT 8 RW 3 Sepancar Lawang Kulon, Siti menjalani perawatan ala kadarnya.
Tetangga yang merasa prihatin, tidak sungkan memberi bantuan. Baik uang maupun makanan. Bahkan, ada juga paranormal yang memberi minuman do’a supaya Siti cepat sembuh.
“Kalau warga bantu semua termasuk pak RT. Tapi, dari kelurahan belum ada yang datang,”ujarnya.
Tidak hanya memberi bantuan, warga juga tak segan mencarikan bantuan dari warga lainnya di OKU. Seperti yang dilakukan Tio. Pria yang baru pulang dari Jogja itu, mengetahui ada warga yang kesusahan, berusaha mencari simpatik warga dengan memasang foto bayi di BBM miliknya.
“Alhamdulillah, foto itu dilihat teman saya di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) OKU. Foto tersebut, ikut juga dipasangnya di BBM ) yang kemudian mendapat tanggapan dari BAZNAS,”katanya.
Nah dari sana, sudah banyak warga yang datang. Jum’at pekan kemarin, bayi tersebut didatangi istri anggota DPRD OKU, PC PMII serta Baznas yang terakhir datang.
Rencananya, Siti akan dibawa ke klinik Baznas untuk diperiksa penyakitnya. Jika memang memungkinkan, akan langsung dirujuk ke Palembang.
Editor: Karnadi








