Sungai Tercemar, Populasi Ikan Air Tawar Terancam

11.248 dibaca

MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Populasi ikan air tawar non budidaya (liar) di wilayah Muara Enim terancam punah akibat tingginya pencemaran di sungai yang ada di wilayah tersebut.

IMG_20150826_200022“Penyebabnya apa, karena sungai yang ada di kita (Muaraenim) sudah banyak yang tercemar, sehingga populasi ikan tersebut semakin sedikit dan tidak ada yang membudidayakan,” tutur Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Muara Enim, Teguh Sumitro, Rabu (26/08/2015).

Sekarang ini, beberapa populasi ikan air tawar, khususnya sungai di Muara Enim seperti Belida, Baung dan jenis ikan air tawar lainya semakin susut. Masyarakat terutama warga yang tinggal dipinggir sungai juga enggan melakukan budidaya seperti menggunakan keramba dan waring karena tingginya resiko.

Sebut saja, kata dia, beberapa sungai besar yang melintasi Muara Enim seperti sungai Enim, Lematang dan Meriak. Namun sedikit sekali didapati ada petani atau masyarakat yang memanfaatkan sumber daya alam  tersebut. 

Namun, menurutnya bukan karena tidak mampu, namun karena masyarakat juga memperhitungkan faktor resiko yang timbul. Keberadaan spesies ikan air tawar seperti baung, belida dan jenis lainya menurut Teguh masih ada, hanya saja populasinya tidak sebanyak dulu lagi.

“Kalau kita ajak mereka melakukan budidaya seperti memanfaatkan keramba di sungai mereka jelas tidak mau,”tandasnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak dan mendorong masyarakat untuk membudidayakan jenis ikan air tawar seperti lele, Nila (Mujair), Mas, Patin dan Gurami. Selain secara ekonomis jenis ikan tersebut memiliki nilai yang tinggi, secara permintaan di pasar juga tinggi. Selain itu faktor resiko juga kecil dan bahkan bisa dilakukan dihalaman rumah dengan menggunakan alat seperti waring dan terpal.

“Kalau ikan mas dan nila mungkin memang perlu kolam yang luas termasuk pola kolam air deras, tapi kalau untuk lele bisa membuat kolam sederhana dengan menggunakan terpal,” pungkasnya.

Editor: juan

Bagaimana Menurut Anda?