Tabrakan Beruntun, Dua Korban Luber

12.465 dibaca

BATURAJA, Buanaindonesia.com- Tabrakan beruntun terjadi petang kemarin jum’at (04/03/16) sekitar pukul 17.00 wib. di ruas jalan raya lintas sumatera desa Sukamaju kecamatan Lubuk Raja.

Tiga kendaraan yang terlibat, yakni dua  mobil tangki muatan 24 ribu liter solar milik PT AKR, Bandar Lampung B 9058 BFU yang dikemudikan Setiono dan Sukron (40) warga lampung, kemudian fuso tangki B 9006 BFU yang dikemudikan Sugi (30) dan Andi (35) warga Lampung dengan truk kosong, BE 9806 EV yang dikemudikan Heri warga Lampung.

Advertisement

Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan itu, dua orang yang menjadi korban. Yakni, sopir truk kosong Heri dan Andre yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sutowo. Pantauan buanaindonesia.com di lokasi kejadian, dua tangki fuso terparkir di kanan jalan (dari arah Baturaja). Kondisinya cukup parah, bahkan Fuso B 9058 BFU hingga malam masih mengucurkan solar dari tangki. Kontan saja, ruas jalan sepanjang 50 meter, basah oleh solar yang berceceran. Sementara, kondisi truk ringsek bagian depan dan nyungsep di kiri jalan.

Sugi (30) sopir tangki fuso B 9006 BFU menuturkan, insiden tabrakan itu terjadi, karena truk yang datang dari arah Baturaja menuju ke Martapura, oleng. Hal ini, kata dia sudah terlihat dari sejak dirinya mulai memasuki tikungan. Nah, melihat gelagat sopir truk, Sugi yang berada diurutan depan, berusaha menghindar dengan banting stir kiri.

” Tapi, justru truk masih nabrak bagian kanan.” Jelasnya.

Nah setelah menabrak bagian kanan fuso yang dikemudikan Sugi, truk tersebut justru melabrakn fuso rekan sugi di belakangnya. Hal ini diluar prediksi Sugi sebelumnya, yakni setelah nabrak, truk bakal mental ke kiri jalan. Nah, tertabraknya fuso yang dikemudikan Setiono yang sedikit parah. Selain membuat ringsek, salah satu sisi tangki, bocor.” Itulah yang membuat solar tidak berhenti keluar.” Ungkapnya.

Barulah setelah truk nabrak fuso ke dua, truk yang dikemudikan Heri, melanting ke kiri jalan dengan kondisi ringsek. Menurut penuturan warga lainnya yang ada di TKP, Heri sempat melompat keluar.

Editor: Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?