Petani Desa Sako Bakal Panen Raya

15.687 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Petani di Desa Sako Kecamatan Rambutan yang menanam IP 200, tidak lama lagi akan merasakan hasilnya. Saat ini ratusan hektare padi yang telah ditanam kini sudah mulai menguning dan diperkirakan sekitar satu minggu ke depan akan bisa dipanen raya. Tentu saja panen ini sangat dinantikan petani, yang notabenenya baru pertama kali dikembangkan musim tahun ini.

Kades Sako, Sujarwadi SH menjelaskan jika saat ini saja padi yang ditanam sudah mulai menguning dan diperkirakan sekitar 10 hari hingga 7 hari ke depan akan mulai panen raya. Tentu saja program yang diikuti tiga desa dengan luasan lahan sekitar 710 hektare (ha) ini sangat mengejutkan petani, mengingat mereka sempat pesimis akan berhasil.

“Namun, ternyata waktu yang kita ambil saat tugal waktu itu sudah sangat tepat, sehingga hasilnya bisa begini. Padinya tumbuh subur dan menghijau, tidak ada permasalahan yang dialami. Walau ini pertama kali namun sudah sangat sukses hasilnya. Alhamdulilah dengan varietas padi yang kita tanam yakni toyo arum, sertani 13 dan ciherang, kesemua varietas ini tumbuh sangat subur,” ungkap dia.

Advertisement

Dengan program IP 200 ini tentunya penghasilan petani dapat bertambah, jika sebelumnya setahun hanya menghasilkan padi atau panen satu kali, namun ke depannya akan dua kali. Terlebih tahun ini terbilang sukses hasilnya.

“Sebab bukan hanya untuk diproduksi sebagai beras saja, tetapi desa kami memiliki kelompok tani yang memproduksi benih padi, baik itu untuk petani lokal. Tetapi juga memenuhi kebutuhan benih padi petani di perairan. Makanya dengan tambahan IP 200 ini akan memperbanyak produksi benih, sebab permintaannya cukup banyak dan seringkali kewalahan untuk memenuhinya,” tukasnya.

Sementara itu, makin bertambahnya produksi padi petani lebak ini menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin untuk terus memprioritaskan sektor pertanian. Yakni dengan memperbaiki sarana infrastruktur pertanian.
Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian SH belum lama ini menyampaikan kebanggaannya akan prestasi yang cukup membanggakan itu. Terlebih saat ini Kabupaten Banyuasin menjadi penyumbang beras terbesar bagi stok Provinsi Sumsel dengan jumlah produksi lebih dari 1 juta ton per tahun. Guna mempertahankan diri sebagai penyumbang terbesar itu, tentunya harus ditunjang dengan ketersediaan infrastruktur pertanian.

“Penghargaan itu diraih bukan karena pemerintah semata, tetapi ada peran serta petani dan kerja keras petani. Salah satunya sawah padi lebak yang juga menyumbang surplus kita, termasuk di Desa Sako, Gelebak Dalam, dan lain sebagainya. Maka dari itu kami akan tetap memperhatikan dan memprioritaskan perbaikan infrastruktur pertanian,” ungkap Yan Anton.

Potensi pertanian di Kecamatan Rambutan ini sangat tinggi untuk dikembangkan menjadi Indeks Pertanaman (IP) 200 atau dua kali tanam dalam setahun. Mulai dari Desa Sako hingga ke Desa Gelebak Dalam. Namun yang patut menjadi perhatian adalah perbaikan infrastruktur berupa perbikan tanggul dan saluran.

Editor: Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?