PEKANBARU, buanaindonesia.com- Upaya pemadaman api yang membakar lahan dan hutan di Riau lewat udara tidak berjalan mulus. Walau sudah mendatangkan helikopter canggih yakni skorsky, namun heli buatan Rusia itu tidak bisa bekerja maksimal.
“Hasil evaluasi kemarin, heli skorsky hanya mampu melakukan bom air (water bombing) sebanyak sembilan kali dari target 100 kali per hari,” ucap Komandan Satgas Penanggulangan Asap Riau, Brigjen Prihadi Agus Arianto, di Pekanbaru, Rabu (5/3/2014).
Heli tidak bisa bekerja maksimal disebabkan karena tebalnya kabut asap yang menghalangi jarak pandang. Heli skorsky mampu membawa air sebanyak empat ton dalam sekali melakukan water bombing.
Target utama pemadaman, lanjut Agus, adalah cagar biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis, Riau.
Sementara itu, heli lainnya berukuran lebih kecil hanya mampu membawa 500 liter air dan tidak bisa terbang karena tidak mampu menembus kabut asap sehingga api masih menjalar.
“Kalau hari ini agaknya lebih baik, water bombing kembali kami lakukan,” ucap Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima Pekanbaru. (det)







