BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN – Pencarian korban Maulana Bin Fauzi (16) warga Dusun 2 Rt 4 Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin yang dimangsa buaya muara Sungai Banyuasin atau sungai Rengit sejak Senin 07 November pukul 17.00 wib hingga Selasa (08/10/16) akhirnya membuahkan hasil.
Korban ditemukan tergeletak di pasir saat air sungai Banyuasin Surut. Sekitar pukul 06.30 wib. 300 Meter dari tempat pertama kali korban ditarik buaya.
Korban saat ditemukan tinggal kepala dan rongga dada, isi perut habis, tangan kanan kiri putus dan kedua belah kaki tidak ditemuka akibat di mangsa binatang reptil buaya muara Sungai Banyuasin.
Ratusan warga yang menunggu lebih dari 24 jam lega sudah, karena jasad korban bisa di bawa pulang dan dimakamkan di TPU Desa santan Sari.
Korban Maulana merupakan anak yang baik, gemar menolong orang tua, namun Allah SWT sayang dengan dia dan mengambilnya diusianya yang masih sangat muda.
“Saya selaku ayah dari Maulana merelakan kepergiannya, meski berat, terutama ibu kandungnya hingga saat ini jiwanya masih labil trauma akibat menyaksikan peristiwa yang menimpa anak kami,” Jelas Fauzi saat di wawancarai di kediamannya seusai shalat jenazah.
Terpisah PLT Kades Santan Sari Gatot Sailendra saat ditemui seusai taziah dirumah duka mengatkan, pihak Desa dengan kepolisian serta BNPB Banyuasin sudah bekerja keras dalam upaya mencari jenazah korban.
Alhamdulillah, korban berhasil dievakuasi dari dasar sungai tepatnya dipantai sungai sejauh 300 meter dari lokasi pertama. Diperkirakan buaya tersebut lebih dari 5 ekor, sebab malam saat pencarian buaya sepanjang 4 ada 5 dan 6 meter bahkan 8 meter muncul ke tepian saat tim menyisir pantai.
Pemerintah hanya bisa memberikan doa dan bantuan sembako kepada orang tua korban. Sebagai bentuk tali asih demi pemerintah dan warga.
Dan selaku aparat desa pihaknya mengajak kepada masyarakat agar warga yang ingin bercocok tanam padi di bantaran sungai Banyuasin harap waspapada.
“Karena banyak aktifitas petani yang ingin mencari nafkah di lokasi tersebut, kami berharap agar dinas terkait merelokasi reptil buaya agar petani bisa tenang dan aman,”Ujarnya.
Dari pantauan dilokasi tempat kejadian persisnya di tepi muara sungai banyuasin nampak air sungai mulai pasang. Pantai sungai yang mulai diluapi air tersebut menjadikan reptil buaya naik ke daratan mengikuti pasang air sungai.
Sekitar pukul 14 siang air pasang di pantai tempat kejadian perkara sudah setinggi mata kaki, bisa dibayangkan sekitar 4 jam kemudian persisnya pukul 17 Wib air ditempat tersebut sudah bisa setinggi lutut sampai paha.
Diduga korban yang sedang bekerja di tepi pantai Sungai yang sedang pasang tidak menyadari kalau didalam air sudah ada reptil biluaya yang mengincarnya.










