Warga Pertahankan Lahan Yang Diklaim Perusahaan

5.610 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Ridwan Hayatudin SH MH selaku kuasa hukum warga turun langsung menengahi sengketa lahan yang bermasalah di Dusun 6 Desa Babat Banyuasin Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), minggu (20/9/2020).

Hal ini guna menghindari pertikaian yang berujung pada bentrok antara beberapa warga dengan kepala desa yang diduga telah menjual lahan kepada perusahaan beberapa bulan lalu. Konflik yang terjadi menyebabkan masyarakat khawatir atas kondisi keamanan.

Advertisement

Informasi yang diterima, sengketa lahan ini terjadi antara beberapa warga Dusun 6 yang mempertahankan lahan seluas 524 hektar di wilayah Desa Babat Banyuasin Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Selanjutnya, orang suruhan perusahaan menggusur tanaman sawit dan menggali parit dengan dua alat berat jenis eksavator di lahan tersebut tanpa memberi tahu kepada warga setempat.

Akibatnya, warga Kelurahan Sungai Lilin Sandi Alfian (52) dan beberapa warga lainnya, kompak mempertahankan lahan yang dibuat parit, sebab lahan tersebut adalah milik mereka dan warga sama sekali tidak pernah memberikan kuasa atas lahan-lahan tersebut.

Tiga bulan yang lalu warga bernama Sarini (72) dan kawan-Kawan melakukan koordinasi dengan Kades Mulyadi AB di kediaman Kades Desa Babat Banyuasin dan berharap mendapat kejelasan atas sengketa lahan tersebut. Namun Kepala Desa tersebut berbelit-belit  menjelaskannya sehingga warga malah bingung.

Sementara, Ridwan Hayatudin SH MH menjelaskan, sejak tahun 1957 beberapa Kelompok Tani setempat sudah menggarap lahan, kebun, dan persawahan secara turun-temurun. ”Saat ini warga siap berkoordinasi dengan Kades dan Perusahaan serta berharap agar Bupati Muba dapat menengahi permasalahan lahan ini,” tandasnya.

Bagaimana Menurut Anda?