BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA- Suasana di sekitar makam Imam Satria di desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin ramai dikerumuni warga yang ikut menyaksikan pembongkaran makam Imam Satria korban yang ditemukan terapung di perairan Sungai Dawas beberapa waktu lalu, guna keperluan autopsi oleh pihak kepolisian.
Di sekitar lokasi makam di Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ini tampak dipasang terpal penutup dan juga tenda sebagai tempat para petugas melakukan olah autopsi jenazah. Meski demikian, warga masih berusaha mendekat untuk bisa melihat prosesi pembongkaran makam.
Kapolsek Sungai Lilin melalui kanit Bhinmas Sungai Lilin Iptu Indra Weni Asahi SH saat dikonfirmasi menjelaskan, pembongkaran makam dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian Imam Satria. Hasil autopsi nantinya yang akan menjadi alat bukti untuk menjerat pelaku, apabila korban terbukti dibunuh.
“Untuk memastikan penyebab kematian korban, maka tim forensik dan tim identifikasi polda sumsel melakukan pembongkaran makam,” jelasnya, (02/7/19).
Autopsi terhadap jenazah Imam Satria dilakukan selama Kurang Lebih 3 jam oleh tim forensik Polda Sumatera Selatan, hasil dari autopsi sendiri saat ini sedang diteliti oleh Polda Sumsel ,dan pihak Polsek Sungai Lilin saat ini sebatas menunggu. “Hasil lengkapnya kami masih menunggu,” imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Pinang Banjar Aman Mahmud berharap setelah tim identifikasi dan tim Forensik terkait selesai autopsi, pihak kepolisian diharapkan bisa mengungkap motif dibalik kematian korban.