Warga Sesalkan, Rekanan Tetap Menghampar Aspal Jalan di Saat Hujan

4.505 dibaca

BUANAINDONESIA CO.ID, MUBA- Pekerjaan pengaspalan yang dilakukan ketika kondisi jalan masih dalam keadaan basah karena hujan akan sangat berpengaruh pada konstruksi, karena hasilnya tidak akan maksimal.

Hal ini disampaikan Banhar, salah satu warga Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang juga aktifis Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan Kabupaten Muba, (16/3/2020).

Rekanan yang dimaksud adalah PT Adhi Karya yang diduga tetap bersikukuh melaksanakan pekerjaan pengaspalan Jalan Negara tepatnya di Jalintimsum Ruas Jalan Sungai Lilin KM 120 depan Hotel Merah Putih Kecamatan Sungai Lilin dari Stasiun 120/ 300 hingga Stasiun   120/400 lajur sebelah kiri, dikerjakan saat hujan turun, pada kamis sore (04/3/2020) yang lalu.

Menurutnya, pengaspalan yang dilakukan oleh pihak rekanan tanpa mengikuti pedoman dan prosedur yang tertuang dalam baku mutu teknis pelaksanaan, saat pengerjaan Job Mix Formula (JMF) di lapangan, aspal tersebut diduga sangat jauh berkualitas, mengacu pada campuran minyak solar yang di pakai.

Banhar mengaku miris, rekanan selaku pelaksana pekerjaan pengaspalan jalan terkesan tak mengacuhkan kondisi hujan deras ketika pelaksanaan proyek tersebut.

“Lalu bagamana tanggapan Pejabat Pelaksana Teksi Kegiatan dan dan bagaimana tanggapan konsultan pengawas pekerjaan (Supervisi)? Apakah memang diperbolehkan rekanan melaksanakan pekerjaan pengaspalan jalan dengan hotmix itu di saat hujan deras?,” tanya Banhar.

Senada juga disampaikan M Riduan warga kecamatan Sungai Lilin, dirinya menyaksikannya sendiri pihak rekanan menghampar aspal hotmix tersebut di saat hujan turun, pada hari kamis sore (4/3/2020 ) yang lalu. Selaku warga setempat yang juga mempunyai hak suara untuk berpendapat disaat pelaksanaan pembangunan untuk orang banyak dengan menggunakan uang negara, sangat menyesalkan hal itu terjadi.

“Kita khawatir, kualitas ataupun mutu pekerjaan tidak sesuai dengan harapan, di khawatirkan jalan tersebut tidak akan bertahan lama, padahal pembangunan jalan ini sangat dinanti sejak lama oleh masyarakat Sungai Lilin dan pengguna jalan,” jelasnya.

Ansori HS (53) Ketua Rt 04 Rw 05 Kelurahan Sungai Lilin Jaya Kecamatan Sungai Lilin juga mengaku melihat sendiri proses pekerjaan jalan tersebut dilakukan saat hujan deras.

Terkait hal itu, Site Engineering (SE) Konsultan Supervisi selaku pihak rekanan Kontraktor PT Adhi Karya saat dikonfirmasi mengatakan, selaku manusia biasa wajar saja kalau ada kesalahan dan bila rusak pihaknya akan membongkar kembali, “sebenarnya kami juga sudah rugi, biar lihat bagaimana orang kerja,” ungkapnya.

Belum lagi harus menunggu hasil pengujian Job Mix Formula (JMF) dari pusat pengujian Balai Besar Jalan Nasional di Jalintim Ruas Betung – Sungai lilin – peninggalan Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba) bagaimana hasil pengujiannya, pengujian JMF bertujuan untuk mengetahui persentase kehilangan kadar aspal di lapangan, karakteristik campuran aspal, dan faktor-faktor yang memengaruhi kehilangan kadar aspal. Setelah tahapan pengujian JMF ini, ada lagi tahapan trial, setelah itu lanjut ke pekerjaan pengaspalan menggunakan material Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC)

Sementara, belum dapat keterangan secara pasti dari pihak Kontaktor PT Adhi Karya sebagai pelaksana pekerjaan saat di konfirmasi di kantornya terkait hal tersebut.

Bagaimana Menurut Anda?