Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Diera Society 5.O

22.270 dilihat

BUANAINDONESIA, SUMSEL- 0Untuk meningkatkan kesadaran Berbahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tridinanti menyelenggarakan Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dengan tema “Perlindungan dan Pembinaan Bahasa Indonesia di Era Society 5.O”.

Kegiatan seminar ini merupakan bentuk Kerjasama Universitas Tridinanti dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, SMP Al Azhar 33 Palembang, dan Universitas Islam OKI seminar dilaksanakan Selasa, 4 Juli 2023, di Aula FKIP Tridinanti Palembang.

Advertisement

Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. Helaluddin, M.Pd., salah satu pemateri seminar mengatakan tantangan pembelajaran bahasa Indonesia di Era 5.O adalah bagaimana mengatasi kesenjangan antara dosen dan mahasiswa yang berbeda generasi.

“Ada kaum Digital Natives (mahasiswa/ generasi Z dan A) dan Digital Immigrant (Dosen), yang memiliki karakteristik yang berbeda,”Ujarnya.

Helal menambahkan, dosen harus mampu memahami mahasiswa pada generasi ini, dan mencarikan solusi untuk menjembatani kebutuhan mahasiswa yang menginginkan akses cepat dalam segala hal.

“Tidak maksimal lagi pembelajaran bahasa hanya berfokus pada buku teks, melainkan harus dikaitkan dengan teknologi digital, seperti bahan ajar yang bersifat visual atau audio visual,”jelasnya

Sementara itu, menurut Yeni Afrita, S.Pd., dari Balai Bahasa Provinsi Sumatra Selatan bahwa pihaknya gencar melakukan sosialisasi guna pembinaan dan perlindungan bahasa Indonesia.

“Kondisi sekarang ini banyak mahasiswa yang tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (campurkode), sehingga perlu diberikan edukasi melalui seminar-seminar seperti ini,”Ujarnya.

Masih kata Yeni, Selain seminar pihaknya juga mensosialisasikan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) sebagai syarat kelulusan di perguruan tinggi atau sebagai syarat masuk di perguruan tinggi.

“Balai Bahasa sudah bekerja sama dengan Universitas Silampari Lubuk Linggau yang mewajibkan UKBI bagi mahasiswa sebagai syarat mengikuti ujian skripsi. Kami berharap kampus-kampus di Palembang bisa melakukan UKBI seperti yang dilakukan kampus di Lubuk Linggau tersebut,”Tambahnya.

Rektor Universitas Tridinanti Palembang, Prof. Dr. Ir. Edizal AE., M.S. mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri penggunaan bahasa negara (Bahasa Indonesia) saat ini mengalami pelemahan di bandingkan dengan era 70-an yang sempat berkembang pesat. Pelemahan tersebut cenderung terjadi seiring dengan penguatan bahasa asing terutama bahasa Inggris.

“Kondisi ini lambat laun akan membuat tercampurnya bahasa Indonesia dengan bahasa asing, sehingga upaya penguatan dan pembinaan seperti seminar ini perlu dilakukan terus menerus,” Ujarnya.

Masih kata Prof. Edizal, bahasa Indonesia seharusnya menjadi bahasa utama kita dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

“Kelihatannya orang lebih senang menerbitkan jurnal-jurnal internasional, padahal jurnal – jurnal bahasa Indonesia ini juga sangat dibutuhkan dalam IPTEK, yakni bagaimanakah cara menulis untuk mudah dipahami, menuangkan gagasan, ide-ide ditulis dalam kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, terstruktur, dan sistematis, “Tambahnya.

Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Tridinanti, Nyayu Lulu Nadya, S.Pd., M.Pd., menyatakan sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan seminar ini, kalau bisa dilakukan rutin disetiap semester/ setiap tahun dan bukan hanya seminar dilingkup Sumatra Selatan saja melainkan dikembangkan ke skala Nasional.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, FKIP Tridinanti lebih dikenal di masyarakat Palembang khususnya, dan secara luas di Indonesia, “Ujarnya.

Lulu menambahkan, untuk pembinaan dan penggunaan bahasa Indonesia di bidang pembelajaran saat ini lebih digaungkan pemakaiannya di FKIP. “Kami mencanangkan program di awal semester nanti, ada satu hari khusus berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari di kalangan mahasiswa dan dosen sebagai upaya pengembangan dan pemertahanan bahasa, “ (Ridho)

Advertisement