The Jak Tewas, Tagar #UsutTuntas Jadi Trending Topic

8.643 dilihat

JAKARTA, BuanaIndonesia.com – Muhammad Fahreza (16), salah satu anggota Jakmania ( suporter tim Persija ) meninggal dunia. Remaja  tersebut tewas setelah sempat koma sesudahnya menyaksikan tim kesayangannya  bertanding melawan Persela Lamongan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) jumat (13/05) lalu. Tewasnya korban diduga karena dianiaya polisi saat kisruh.

Pada media, Kakak korban, Sholeh, mengatakan kejadian berawal saat Fahreza hendak masuk ke stadion bersama kakaknya yang lain bernama Suyatna. Saat sampai di stadion, Suyatna dan Fahreza tidak kebagian tiket. Lalu, kerusuhan terjadi antara suporter Persija dan petugas keamanan.

“Dipukul pakai bambu di bagian punggung dan kepala,” kata Sholeh.

Tewasnya Fahreza sontak mengundang geram jakmania, mereka mengecam kekerasan polisi melalui sosial media.

” Harus ada yang bertanggung jawab atas jatohnya korban jiwa karena aksi kekerasan saat pertandingan kemaren ” Kicau akun resmi JakmaniaOnTweet

Akun resmi jakmania ini juga jelas-jelas mengarahkan kemarahan mereka pada aparat keamanan

 ” Semudah itukah menghilangkan nyawa seseorang wahai penjaga keamanan?  “

Polisi sendiri mengaku akan mengusut tuntas kasus tewasnya Fahreza. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, saat ini pihaknya sedang meminta Kapolres Jakarta Selatan untuk memeriksa keluarga korban di rumah duka di Jalan Sawo No. 54, Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Sudah saya suruh Kapolres Jaksel untuk cek .  Semua informasi tentunya perlu diklarifikasi kebenarannya,”  kata Awi.

namun Awi menyangkal bahwa polisi menggunakan bambu dalam pengamanan yang dilakukan oleh  3.000 an personel gabungan tersebut. Kata Awi Pihak kepolisian hanya membawa tongkat T, tameng dalmas, tongkat rotan, laras licin atau gas air mata, serta water cannon.

Fahreza meninggal di RS Marinir Cilandak setelah mengalami koma pada minggu (15/05) pagi tadi dan telah dimakamkan pihak keluarga.