Tokoh Agama Diserang, Mendagri : Kebhinekaan Harus Dijaga

12.759 dilihat
Ilustrasi - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Foto : Int

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo merasa sedih dan prihatin atas peristiwa penyerangan Gereja Lidwina di Bedog, Sleman, minggu 11 Februari 2018  dan teror terhadap tokoh agama  di Jawa Barat

“Kami merasa sedih, bahwa seharusnya menjaga kebhinekaan, saling menghargai, setiap WNI untuk memeluk agama dan keyakinan yang saya kira diberikan kebebasan sebagaimana sila pertama Pancasila,”kata Tjahjo, seperti dilansir dilaman, kemendagri.go.id  Senin 12 Februari 2018.

Advertisement

Tjahjo sendiri mengaku sudah berkoordinasi dengan Kesbangpol.  Sebelum kejadian, ia telah mendiskusikan dengan para  gubernur untuk mencermati gelagat perkembangan dan dinamika yang muncul di sejumlah daerah. Termasuk yang ada di Yogyakarta.

“Kejadian di Yogyakarta menyedihkan,” kata Tjahjo.

Termasuk juga beberapa peristiwa penyerangan di ponpes yang terjadi akhir-akhir ini terjadi.  Tjahjo berharap kejadian di Yogyakarta,  yang terakhir. dan tidak kembali berulang.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, mari kita menjaga kerukunan antar umat beragama. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk menindak atau mengusut,”ujar Tjahjo.

selanjutnya, “Kami cukup menyesal dengan  kejadian tersebut, tidak hanya di Sleman tapi ada beberapa ulama yang teraniaya.

“Kami sudah percayakan kepada pihak kepolisian, kami sudah mendapatkan detail dari Kesbangpol Yogyakarta mengenai hal itu.  Kami juga sudah ketemu dengan Gubernur Yogyakarta dan beliau sudah memetakan, menjelaskan kondisi  yang ada didaerah,”ujar Tjahjo

Saat ditanya, apakah kejadian di Yogyakarta dan peristiwa penyerangan tokoh agama itu by desain, Tjahjo menjawab,

“Kami tidak bisa berandai andia dulu ya. Ini kejadian yang ada di tengah-tengah kita. Saya kira kita perlu kerja bersama semua pihak, semua elemen untuk terus melakukan monitoring, jangan sampai seperti di Sleman, di Jabar dan sebagainya (terulang lagi),”pungkasnya.

Advertisement