
PALEMBANG, Buanaindonesia.com– Warga masyarakat kelurahan1 ilir tepatnya yang berdomisili disepanjang Jalan Sultan Agung Kecamatan Ilir Timur II Kota Madya Palembang Provinsi sumtra Selatan mulai resah, pasalnya lingkungan tempat mereka tinggal yang dahulu asri kini mulai hilang.
Untuk bersantai melepas lelah dengan duduk-duduk dipekarangan rumah mereka sudah tidak nyaman lagi. Hal ini akibat dari meningkatnya polusi udar yang ditimbulkan dari meningkatnya aktifitas kendaraan mengangkut pasir yang lalu lalang keluar masuk jalan itu, untuk mengisi depot-depot pasir yang ada disana. Sementara perhatian pemerintah setempat pada jalan itu dengan cara menyiram untuk menghilangkan debu pasir yang tercecera dijalan sudah tidak ada lagi.
NW salah seorang warga setempat pada media ini beberapa waktu lalu mengatakan bahwa, debu yang bertebaran itu adalah debu pasir yang tercecer dari proses bongkar muat dan angkut kendaraan pasir yang tertiup angin.”sebenarnya adanya depot pasir itu selama ini saat dipimpin oleh lurah lama tidak ada masalah. Karna jalan itu selau disiram oleh pemerintah setempat yang mungkin pendanaanya dibantu oleh pemilik depot” kata Nw
“Para pemilik depot pasir disini, mereka siap memberikan dana anggaran untuk melakukan penyiraman jalan guna mangantisipasi masalah debu jalan ini, hanya saja pejabat setempat yang tidak becus mengurusi kami sebagai warganya. Apa sekarang kami mesti demo dulu baru diperhatikan, seperti yang terjadi pada masa lurah terdahulu” ketusnya..
S. Hendra selaku mantan lurah 1 ilir yang sekarang menjabat sebagai lurah di 2 Ilir, saat dimintai keterangan dikediamannya beberapa waktu lau membenarkan bahwa sewaktu dirinya masih menjabat sebagai lurah 1 Ilir, sempat ada keluahan warga masalah debu namun tidak sempat mencuat karna pihaknya dengan cepat menindaklanjuti dengan cara selalu menyiram jalan tersebut.
“Para pemilik depot pasirpun mau bekerjasama untuk mengatasi masalah itu, waktu itu sempat kita lakukan penyiraman jalan 1 bulan dua kali dengan menggunakan mobil tanki air, dan kitapun bekerjasama dengan dinas kebersihan, mengenai anggaran biaya. Kita dibantu oleh para pemilik depot pasir sekitar” bebernya
Sementara itu Yahusin selaku lurah yang sekarang menjabat di 1 Ilir, ketika di konfirmasi Buana Indonesia jumat (18/11/11) , terkesan tidak tahu menahu, “maaf pak Deni saya belum tahu masalah gangguan itu. Sampai sekarang dari RT maupun warga belum ada yang melapor dengan saya.”Pungkas Lurah Yahusi melalui pesan singkatnya . (Deni)







