BUANAINDONESIA.CO.ID, BIMA – Pencairan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Daerah Tahap II Kota Bima Tahun 2026 berlangsung tertib dan lancar. Sebanyak 1.200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan yang mulai dicairkan pada Sabtu (26/9/2026).
Proses pencairan tersebut dipantau langsung oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima di sejumlah titik pelayanan Bank BRI yang menjadi lokasi pencairan.
Plt Kepala Dinsos Kota Bima, Rusdan AR, mengatakan pencairan Bansos PKH Daerah Tahap II dilakukan dalam dua tahap berdasarkan wilayah penerima.
“Pencairan dilakukan dua kali yakni Sabtu tanggal 26 September minggu kemarin di kantor Bank BRI Cabang Bima, BRI Unit Lewirato, dan BRI Unit Raba. Itu untuk KPM wilayah Kecamatan Asakota, Rasanae Barat dan Mpunda,” kata Rusdan saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).
Sementara pencairan bagi KPM dari wilayah Kecamatan Raba dan Rasanae Timur dilaksanakan di Kantor Dinsos Kota Bima di Raba.
Rusdan menyebutkan, sebanyak 1.200 KPM menjadi sasaran penerima Bansos PKH Daerah Kota Bima pada tahap ketiga tahun ini. Bantuan tersebut diberikan dengan menyasar masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
“Penerima Bansos PKH Daerah Kota Bima ini menitikberatkan pada keluarga kurang mampu, utamanya lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta keluarga kurang mampu yang belum mendapat bansos PKH dari pusat,” jelasnya.
Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp600 ribu. Dinsos Kota Bima memastikan proses pencairan berjalan dengan tertib sehingga masyarakat penerima dapat memperoleh hak bantuan sesuai ketentuan.
Rusdan berharap bantuan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan beban keluarga penerima manfaat.
“Harapan kami dengan bansos PKH Daerah Kota Bima ini dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima manfaat serta meringankan beban kebutuhan rumah tangga, khususnya bagi penyandang disabilitas,” harap Rusdan.
Bagi keluarga penerima, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan membutuhkan dukungan sosial.








