
MUARAENIM, Buana Indonesia- Sedikitnya 1000 ibu-ibu dari berbagai kalangan dan profesi muali dari kalangan bawah, menengah hingga atas serta perwakilan organisasi wanita di Kabupaten Muara Enim berkumpul merayakan peringatan Hari Ibu, Kamis (22/12) di gedung Putri Dayang Rindu Muara Enim.
Menurut Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Muara Enim Shinta Muzakir SH MHum, pada perayaan hari ibu ini, kata Shinta, pihaknya sudah menggelar berbagai kegiatan seperti pemberian bingkisan dan sembako bagi 250 petugas wanita penyapu jalan dan kaum dhuafa, kunjungan dan pemberian bantuan bagi tujuh unit panti asuhan, dan perlombaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS). Selanjutnya lomba memasak dan menghias nasi goreng serta lomba kebaya Nasional dan busana muslim. Dimana, seluruh perlombaan ini diikuti oleh seluruh perwakilan SKPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim.
Menurut Shinta, sejak era pra kemerdekaan hingga kini perempuan Indonesia harus diapresiasi kontribusinya dalam berbagai bidang. Mulai dari bidang sosial, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, lingkungan dan lain-lain. Untuk itu, perempuan tentunya harus dapat menjadi pelopor dalam kemajuan pembangunan. Kaum perempuan, khususnya Ibu merupakan insane yang hebat. Maka,perempuan harus bisa menjadi motor penggerak kemajuan. Hal ini dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan menjadi ibu yang baik, terhormat, dan bijakasan yang dapat menjadi kebanggan keluarga, suami dan anak-anak, kata Shinta.
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Aman, bahwa Hari Ibu di Indonesia yang jatuh setiap tanggal 22 Desember merupakan peringatan Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Selanjutnya, penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Lalu, Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini. Hari Ibu ini juga di peringatan di berbagai belahan negara dan belahan dunia yang lain. Namun, dengan tanggal yang berbeda sesuai dengan sejarah kenegaraannya masing-masing.
Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muara Enim, Meitri Taufik Rahman menuturkan, pada peringatan Hari Ibu mengambil tema ‘Peran Perempuan dan Laki-laki dalam Membangun Ketahanan Ekonomi Menuju Kesejahteraan Bangsa. Untuk itu, sejumlah langkah konkrit yang dapat dilakukan adalah dengan menggiatkan ekonomi akar bagi kaum perempuan seperti gerakan koperasi dan UMKM perempuan, dan terbukti telah banyak membawa keberhasilan bagi kaum perempuan.(Agus Black)






