2011 Angka Kecelakaan Lalulintas Di Banyuasin Meningkat

14.523 dilihat
contoh kerdaraan roda 3

BANYUASIN, Buana Indonesia- Jika dibandingkan dengan tahun 2010,  Angka kecelakaan lalulintas (lakalantas) sepanjang tahun 2011 ini mengalami peningkatan  yang cukup mencengangkan. Hingga akhir November, Satlantas Polres Banyuasin mencatat 231 angka lakalantas. Dari jumlah ini, 98 orang tewas, 148 luka berat (luber) dan 229 luka ringan (luring). Kerugian material ditaksir mencapai Rp 1,5 M lebih.

Kapolres Banyuasin AKBP Ahmad Zaenudin didampingi Kasatlantas AKP Andi Supriadi menjelaskan, angka kecelakaan memang mengalami peningkatan. Data tahun 2010, jumlah lakalantas 222 kasus, 102 meninggal dunia, 162 luber dan 207 luring, kerugian material Rp 1,6 M. angka lakalantas yang terjadi tersebut didominasi oleh pengendara kendaraan roda dua. “Kalau dipersentasekan sekitar 60 persen, kecelakaan yang terjadi pada kendaraan roda dua. “ katanya.

Advertisement

Untuk klasifikasi pengendara, lanjut Kastlantas sebagian besar adalah para pelajar. “ Kami saat ini memang tengah mensosialisasikan sekaligus memberikan sanksi bagi para pelajar yang menggunakan sepeda motor, karena memang masih dibawah umur, para pelajar tersebut tidak memiliki SIM. “ ucapnya

Penyebab tingginya angka lakalantas, dikatakan Andi memang didominasi oleh human error(kesalahan manusia), namun sebagian lagi disebabkan factor lain, seperti penerangan lampu jalan yang minim, lalu kurangnya rambu lalulintas dan pengaruh kondisi jalan yang rusak berat.

“ Untuk mengantisipasi masalah ini, sebenarnya kami sudah melakukan sosialisasi baik langsung ke sekolah maupun dilapangan. Intinya kami mensosialisasikan UU No 22 Tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan. Kami sampaikan kalau emosi para pelajar masih labil, sehingga sangat menyalahi kalau mereka mengendarai kendaraan bermotor. Sebab dampaknya bukan hanya siswa yang bersangkutan yang menjadi korban, tetapi pengguna kendaraan yang lain juga ikut jadi korban. “ bebernya.

Dari Operasi Zebra yang digelar beberapa waktu lalu, Satlantas Polres Banyuasin menyita 117 sepeda motor. “ Kami tidak melakukan penilangan surat kendaraan, tetapi langsung kendaraannya yang kami kandangkan, dan baru bisa dikeluarkan setelah melalui proses sidang di PN Sukajadi. “ ungkapnya.

Gunawan (37) warga Kelurahan Kedondong Raye, kepada koran ini mengatakan, Pemkab Banyuasin seharusnya merespon penyebab tingginya angka lakalantas. “ Kalau saya menilai memang ada kesalahan dari pengendara itu sendiri, namun factor jalan juga menjadi penyebab utama. “ ungkapnya.

Soal razia yang dilakukan kepada para pelajar, menurut Gunawan masih kurang tepat, alasannya tidak ada solusi dari tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

“ Coba bayangkan para pelajar yang berada di Pulau Rimau, bagaimana mungkin mereka bisa ke Pangkalan Balai jika tidak mengendari sepeda motor. Disana tidak ada sarana traportasi seperti angkot atau angdes. Kondisi ini seharusnya diperhatikan oleh pemerintah dan kepolisian, jangan hanya menindak tetapi tidak memberikan jalan keluar. “ protesnya. (bi)

Advertisement