Penggunaan Dana Desa Tidak Transparan,Tuha Peut Mengadu Ke Yara

18.799 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH UTARA – Penggunaan dana desa yang bersumber dari Anggaran Dana Gampoeng (ADG) tidak transparan dan rawan terjadinya penyelewengan, Tuha Peut Gampong Seunebok Dhoe mengadu ke Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melalui Staf Khusus Hasanuddin, Jumat 18 November 2016.

Dana ADG yang selama ini di kucurkan ke setiap desa banyak menimbulkan polimik di kalangan masyarakat, salah satunya yang terjadi di Gampong Seuneubok Dhoe, Kecamatan Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, warga merasa Geushik (KEPALA DESA) gampoeng tersebut, tidak transparan dalam pengunaan Angaran Dana Gampoeng tersebut, misalnya pembangunan jalan baru menuju pertambak warga di Gampong tersebut, tidak ada pemasangan plang proyek, (Papan Informasi), sehingga menimbulkan kecurigaan banyak pihak.

Samsul Bahri Ketua Lembaga Tuha Peut gampong Seuneubok Dhoe, kepada BUANAACEH.COM mengungkapkan semenjak Rusli Katem menjabat sebagai geushik Gampoeng tersebut, hanya sekali pernah ada rapat Umum Gampoeng, itu juga sewaktu baru terpilih menjadi Geushik.

Penggunaan Dana Desa tidak transparan sehingga memicu polimik di kalangan warga, satu bulan yang lalu dua puluh warga mendatangi Rumah Geushik dan meminta agar Geushik mengadakan Rapat Umum Di Meunasah(SURAU), namun geushik menjawab hal tersebut tidak ada dalam aturan, ungkap Samsul.

Samsul Juga menambahkan dirinya sudah setahun menjabat sebagai Ketua Lembaga Tuha Peut Gampoeng, tapi sampai saat ini belum kunjung di SK kan, serta stempel lembaga Tuha Peut belum di serahkan oleh Geushik Gampoeng tersebut, kepada ketua Lembaga Tuha Peut, dengan dalih Samsul Bahri belum dua tahun menjabat Tuaha Peut Gampoeng.

Jamaluddi Amin Tokoh masyarakat Gampoeng tersebut, Masyarakat gampoeng sudah sepakat untuk membuat surat mosi tak percaya dan di tujukan untuk camat, surat tersebut akan di antarkan dalam waktu dekat ini ke kantor Camat Jambo Aye, dan meminta kepada pak Camat untuk menurunkan geushik dari jabatannya sebagai pemerintah gampong.

Sementara itu bendahara Gampoeng Seuneubok Dhoe saat di komfirmasi Media ini menyebutkan, dirinya selalu aktif dalam penarikan ADG bersama pak Geushik, tetapi sebatas penarikan aja, setelah penarikan uangnya di bawa sama Geushik, tidak ada dimasukkan dalam rekening desa, kata M.Isa.

Lanjut M.Isa, kas desa selalu kosong, kadang saya sebagai bendahara hanya di libatkan ketika menyusun draf perencanaan awal dan di saat penarikan uang saja, selanjutnya saya gak tau lagi semua pekerjaan serta pemesanan matrial juga harga satuan matrial serta hal lainnya semua di urus oleh Geushik sendiri.

Bagaimana Menurut Anda?