JAKARTA, Buanaindonesia- Pemerintah akan mencari solusi atas pemogokan yang dilakukan oleh pekerja PT Freeport. Pemogokan ini mengganggu iklim investasi dan produksi.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa pemerintah akan turun tangan untuk mengatasi pemogokan yang dilakukan oleh pekerja PT Freeport. Ia berencana untuk berkomunikasi agar kedua pihak dapat menemukan solusi tepat.
“Saya harapkan mereka dapat menemukan solusi yang baik untuk itu. Saya berencana untuk berkomunikasi agar dicarikan solusi yang tepat,” ujarnya, ketika ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/9).
Hatta yakin terdapat mekanisme penyelesaian perburuhan dalam Kementerian Tenaga Kerja dapat menjadi solusi.
Pertemuan bipartit antara perusahaan dengan pekerja dapat dilakukan untuk menjalin komunikasi.
Namun, hingga kini, belum ada permintaan dari PT Freeport kepada pemerintah untuk membantu menyelesaikan pemogokan.
Hatta berjanji untuk proaktif menanyakan hal ini. Pasalnya pemogokan ini mengganggu iklim investasi dan produksi.
“Kalau ada pemogokan seperti itu tidak baik kan, dari sisi produksi terganggu, karyawan terganggu tidak bekerja. Juga memberikan dampak iklim yang kurang bagus bagi kita
Pekerja Freeport di pertambangan Grasberg, Papua, melakukan aksi mogok kerja selama satu bulan, terhitung sejak 15 September hingga 15 Oktober.
Aksi mogok kerja ini dilakukan menuntut perbaikan kesejahteraan, seperti penyesuaian upah pokok dan nilai persentase program asuransi serta tabungan hari tua.
Aksi demo pekerja Freeport di Papua ini bukan yang pertama kali terjadi tahun ini.
Sebelumnya, aksi demo juga pernah dilakukan awal Juli 2011. Namun dialog yang dilakukan antara pihak manajemen dan karyawan pada Juli lalu tetap tidak menemui titik temu. (micom)






