
MUSI BANYUASIN, Buanaindonesia.com- tragedi berdarah yang menewaskan dua orang pekerja pelaksanaan proyek jembatan di Desa Ulak Kembang, Kecamatan Batanghari Leko, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang bernama Radi (42) dan Winarto bin Tarto (27), buruh asal Tuban, Jawa Timur, kini kasusnya sedang didalami pihak kepolisian.
Kapolres Musi Banyuasin AKBP TOTO WIBOWO SH, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya terus mendalami kasus ini, hari ini (19/9) Team lapbor dari Polda Sumsel bersama penyidik kasat reskrim sedang melakukan olah TKP dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kejadian musibah kecelakaan yang menimpa buruh tersebut.
“kejadian ini masih diselidiki, apakah termasuk kategori dalam kecelakaan kerja atau ada tindak pidanya, oleh karena itu pihak kami masih melakukan pengumpulan sejumlah bukti-bukti ditempat kejadian perkara termasuk mencari keterangan dari masyarakat setempat dan perusahaan yang telah mempekerjakan buruh tersebut, selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan atas kronologis kejadian tersebut” ungkap AKBP Toto
Menurut Kapolsek Batanghari Leko, Iptu Imam Abdi, Radi tewas dilokasi kejadian, sedangkan Winarto sempat dibawa ke RS Sekayu, namun nyawanya tidak tertolong. Selain menewaskan dua pekerja, lima pekerja mengalami luka berat akibat rubuhnya jembatan yang dibangun dengan anggaran 17,5 m ini.
Korban yang mengalami luka-luka, masing-masing bernama Sadi bin Abudin (26) asal Banten luka pada bahu kiri. Yudi bin Kumari (28) asal Bojonegoro Jatim, menderita luka di wajah dan rusuk sebelah kanan. Sementara Samsudin (23) warga Suka Sari, Jateng, saat ini dirujuk RSMH Palembang. Korban lainnya, Fendi bin Sarkadin, Sari bin Dasman (mandor bangunan) masing-masing luka patah tangan, memar kepala luka pada kedua paha, serta mengalami luka sobek di dagu dan kaki,” jelas Iptu Imam Abdi
Imam mengatakan berdasarkan keterangan dari beberapa orang saksi kecelakaan terjadi akibat mur lepas saat pekerja akan melakukan penyambungan rangka bentang jembatan yang kedua. Namun demikian polisi masih menyelidiki apa penyebab secara pasti rubuhnya jembatan ini.
Dari pemantauan kondisi terakhir jembatan diperkirakan telah mencapai 50 persen. Anehnya jembatan tersebut belum juga kunjung rampung, padahal dana yang disedot untuk proyek ini sudah dalam dua tahun anggaran APBD Musi Banyuasin untuk tahun 2010 dan 2011.
Kepala Dinas PU Bina Marga Melalui Kepala Bidang PU Bina Marga Herman Mayori, mengakui adanya korban dalam proses pengerjaan jembatan tersebut. menurutnya, bahwa secara teknis robohnya jembatan itu, akibat pekerja kurang hati-hati, karena kecelakaan terjadi pada saat pekerja hendak menyambung bentang kerangka jembatan ketiga.
“Pekerjaan kedua tahun anggaran dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dalam dua tahun anggaran. jembatan dengan panjang 140 meter dan lebar 6 meter ini masih belum rampung. Ini bukan roboh tapi sebutlah kecelakaan saja. benar ada dua korban tapi kami belum dapat konfirmasi soal status dua pekerja tersebut,” Imbuh Herman. (MC)







