OGAN ILIR, Buanaindonesia.com- Bupati Ogan Ilir H.Mawardi yahya, lakukan efisien anggaran tahun 2015 sebesar Rp 111 Milyar dengan cara memotong 11 kegiatan yang diajukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Mawardi Yahya mengatakan dilakukannya pemangkasan anggaran tahun 2015 lantaran adanya pengurangan dana bagi hasil (DBH) Migas oleh pemerintah pusat ditahun 2015. Oleh karena itu, dirinya untuk memaksimalkan penggunaan anggaran daerah melakukan pemangkasan anggaran kegiatan yang akan dilakukan SKPD sepanjang 2015.
Dia menambahkan, Kabupaten Ogan Ilir Hampir Rp 230 Milyar pengurangan DBH Migas,Sebesar Rp 135 Milyar terhambatpembayarannya dari pemerintah provinsi selama tiga tahun terhitung 2013-2015 belum dibayarkan.”Pak Gubernur telah mengeluarkan surat dana DBH Migas baru dibayarkan 2016,” kata H Mawardi, selasa 7 april 2015, dicaram seguguk tanjung senai.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Pangkas Anggaran kegiatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga Rp 111 Milyar dengan total 11 Kegiatan dari keseluruhan SKPD di Ogan Ilir.
Dilakukannya pemangkasan penggunaan anggaran daerah tahun 2015 tak lain adanya efisien dalam pembelanjaan anggaran daerah.Oleh karena itu, dirinya meminta kepada setiap SKPD agak hati-hati serta melakukan efisien dalam penggunaan anggaran di Kabupaten Ogan Ilir.
Seperti melakukan kegiatan yang sifatnya tidak penting, misalnya pelatihan-pelatihan yang biasa dilaksanakan tiga tahun sekali cukup dilakukan satu kali.
“Termasuk kegiatan lainnya yang mungkin selama ini dianggap tidak prioritas, tolong jangan dilaksanakan,”tegasnya
Ditambahkannya, dari anggaran kegiatan yang diajukan SKPD di tahun 2015, hampir Rp 111 Milyar dikurangin dengan total 11 kegiatan. Seperti dari Diknas kegiatan fisik dikurangi Rp 8 Milyar, Dinas PU Cipta Karya Rp 8 Milyar, Dinas Kesehatan Rp 3,5 Milyar, Dinas PU Bina Marga Rp 37 Milyar serta lainnya.
“Hampir Rp 111 Milyar kita kurangi, oleh sebab itu mohon maklum, kita ingat bukan saja daerah kita saja, Provinsi juga dikurangi Rp 800 Milyar bagi hasil oleh Kementerian keuangan dan Kabupaten Muba hampir Rp 1 triliun,” tuturnya.
Meski kondisi anggaran Kabupaten Ogan Ilir sedang sulit, dirinya mengungkapkan para SKPD tak perlu khawatir dalam melakukan pembelanjaan anggaran, dirinya memastikan di masa jabatannya akan terus mengontrol keuangan pemerintah Kabupaten Ogan Ilir
“Saya akan mengontrol sedini mungkin saya evaluasi, karena ini akan terus saya evaluasi,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan Energi danLingkungan Hidup Kabupaten Ogan Ilir, M Thaher mengatakan sepanjang tahun 2014, pemerintah kabupaten Ogan Ilir telah menerima DBH Migas dengan total Rp 185,008,647,000 dengan rincian Minyak Bumi Rp 56,154,111,000, Gas Bumi Rp 112,489,543,000,
Dikatakannya, besaran DBH Migas yang diterima Kabupaten Ogan Ilir dalam kurung empat tahun ini besarannya tak sama, lantaran keputusan wewenang pembagian PMK berada di tangan pemerintah pusat, di 2010 Ogan Ilir menerima DBH Migas sebesar Rp111.075.105.000, Di 2011 total Rp 97.410.764.000, 2012 Rp 103.201.299.000, di 2013 Rp 154.973.116.000 dan di 2014 Rp 185.008.647.000.
“Sedangkan untuk Sisa Bayar DBH minyak bumi tahun 2011 sebesar Rp 753.825.905, 2012 total Rp 753.825.905, 2013 Rp 5.146.252.451,dan DBH Gas Bumi tahun 2013 sebesar Rp 10.683.139.253,” tukasnya (Ymi)






