Presiden Minta Media Bangun Optimisme Publik

11.870 dilihat
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) . Foto : Internet

Lombok, Buanaindonesia.com-  Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar media massa dapat membangun optimisme publik. Sebab, cara media yang dinilai menekan pemerintah justru membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpin daerah dan negara ini.

Dia mengatakan, bila sudah muncul ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah, maka akan berpengaruh terhadap iklim investasi dan modal. Makanya, pemberitaan di media massa dapat membangun optimisme, produktifitas dan etos kerja masyarakat.

Advertisement

“Jadi media massa harus membuat masyarakat optimis, bukan pesimis,” kata Presiden Jokowi dalam sambutan di penutupan kegiatan Hari Pers Nasional di Pantai Kuta Lombok, Selasa (9/2). Seperti dilansir dilaman Kemendagri, Selasa 9 Feburari 2016.

Menurut dia, media massa sekarang telah terjebak pada pemberitaan sensasional. Apalagi ditambah komentar dari sejumlah pengamat yang meramaikan suasana nantinya. Kondisi ini, kata dia malah akan menganggu masyarakat karena memunculkan persepsi negatif.

Jokowi mencontohkan sejumlah judul yang dinilai membawa pengaruh publik seperti Pemerintah Gagal, Aksi Teror Tak Akan Habis, Pemerintah Tak Mampu Atasi Asap Riau Mengancam Merdeka, dan Indonesia Akan Hancur. Padahal ini dianggap baru sebuah asumsi media saja.

“Belum lagi masalah kecepatan untuk media online sehingga membuat berita tidak akurat, tidak berimbang dan mencampur aduk antara fakta serta opini. Bahkan sampai menghakimi orang,” ujar dia.

Bila media massa berada dalam kondisi seperti ini terus menerus, maka pengaruhnya akan buruk ke masyarakat. Apalagi, perusahaan media tak ada yang memberikan tekanan, kecuali di lingkungan sendiri, persaingan antarmedia. Media seharusnya bisa membangun optimisme publik. (Wardoyo)

Advertisement