Di Indonesia Ada 100 Ribu Anak Jadi Korban Diare. Ini Upaya Garut Dalam Menanggulanginya

22.510 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT -‘Bupati Garut, Rudy Gunawan terus mendorong upaya memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakatnya. Salah satu langkah yang dilakukannya adalah mendukung penuh Deklarasi Stop BABS ( Buang Air Besar Sembarangan ) . Kali ini Deklarasi itu dilakukan pada Rabu siang, 15 November 2017. Deklarasi hari itu melibatkan masyarakat sekitar 7 Desa di kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat.

Mereka bertekad menjaga 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yakni tidak Buang Air Besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan pakai air bersih, juga mengelola air minum dan makanan yang aman. serta Pengamanan sampah rumah tangga, dan pengamanan air bersih.

Advertisement

Deklarasi STOP BABS ingin mendorong masyarakat meninggalkan perilaku berisiko melalui peningkatan sanitasi yang layak. Ada empat kategori penyakit yang terkait dengan air.

Pertama, air minum yang mengandung patogen mengakibatkan penyakit diare. Kedua, kurangnya air higienis untuk mandi dan mencuci menyebabkan penyakit jamur atau kudis. Ketiga, bibit penyakit yang memiliki siklus hidup melalui air seperti Schistosomiasis. Keempat, vektor yang hidupnya bergantung pada air, seperti malaria dan demam berdarah.

Di kesempatan tersebut Bupati Rudy menuturkan, sejak dirinya dengan dr. Helmi berkiprah di dunia pemerintahan, baru 14 desa yang telah berkomitmen dalam menajga lima pilar itu, termasuk ODF.

“Bagaiman kita mau menyatakan sejahtera, hanya untuk BAB saja mencari tempat nun jauh disana,” ujarnya.

Bupati Rudy menghimbau kepada masyarakat di perdesaan agar tidak BAB (Buang Air Besar) sembarangan, sebab dengan BAB sembarangan akan mengundang berbagai penyakit, seperti diare, penyakit Malaria dan penyakit lingkungan lainnya.

“Saya mengajak yang hadir disini, mulai sekarang Stop Buang Air Besar Sembarangan,” seru Bupati.

Bupati mengharapkan kepada masyarakat khususnya di perdesaan untuk dapat merubah prilaku buruk selama ini. Dengan merubah prilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat ini, dan melaksanakan program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Maka penyakit diare dan penyakit yang berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan prilaku masyarakat akan tertekan sehingga masyarakat Garut terbebas dari berbagai penyakit tersebut.

Bupati menyarakan, dengan di deklarasikannya Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SSB)/Open Defecation Free (ODF), maka diharapkan lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat menuju masyarakat Kabupaten Garut yang bermartabat, aman, dan nyaman.

Berdasarkan data dari Water and Sanitation Program (WSP-EAP, 2008), sejumlah 100.000 anak menjadi korban kematian akibat diare setiap tahun. Sementara insiden typhoid di Indonesia adalah yang terbesar di wilayah Asia Timur.  Diperkirakan 60% penduduk pedesaan hidup tanpa akses terhadap sanitasi yang layak, sehingga lebih tinggi risiko terpapar dari aspek kesehatan, juga kerugian terkait kesejahteraan. Cakupan sanitasi di daerah pedesaan belum membaik dalam 3 dekade, yang ditandai dengan praktik buang air besar sembarangan, baik ke badan air atau langsung ke tanah masih banyak dilakukan.

Advertisement