
BANYUASIN, buanaindonesia.com– Sudah dua tahun lebih warga Rt 64 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin tidak bisa memanfaatkan kolam untuk menanam ikan. Pasalnya selama ini diduga kolam selalu tercemari oleh limbah pabrik perusahaan PT Bumi Pasir Putih yang memproduksi Air dalam kemasan yang sudah diberi pemanis bermerek Phanter.
Sudah berkali-kali Warga mencoba menanam ikan dikolamnya namun tidak pernah berhasil karna selalu mati “warga sekitar pabrik itu sudah berkali-kali mencoba menanamkan ikan dikolam itu namun mati semua. Jadi sejak kejadian itu sampai sekarang nampaknya tidak pernah lagi ditanami ikan, jadi kolam itu nganggur mungkin warga hawatir nanti rugi lagi” ucap salah satu sumber yang namanya tidak mau dipubikasikan saat ditemui media ini dirumahnya rabu (10/10/2012)
Menurutnya, perhatian dari pihak pabrik nampaknya memang sudah ada, yaitu beberapa hari yang lalu pihak perusahaan telah berupaya melakukan pengurasan terhadap kolam itu. “kalau tidak salah pada hari sabtu pihak perusahaan nampak sibuk menguras kolam itu dan mengisinya kembali dengan air bersih namun kayaknya masih saja belum bersih. Air Masih terlihat banyak bercak-bercak sepeti minyak” ungkap sumber
Sumber lain mengatakan bahwa air kolam yang tercemar dan tidak bisa dimanfaatkan lagi tersebut selain airnya berbau yang menyegat juga mengandung rasa manis “wajar saja ikan pada mati karna airnya manis” cetusnya
Sumber lain tadi juga mengungkapkan bahwa beberapa hari yang lalu bayak media yang memberitakan tentang permasalahan tercemarnya kolam warga ini “mungkin oleh karna itu maka ada pegawai dari badan lingkungan hidup kabupaten banyuasin datang kepabrik tersebut “ tapi mereka datang sat petang hari, kalau tidak salah mereka datang usai magrib” beber sumber lain tadi.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini , pengajuan izin dari perusahaan PT Bumi Pasir Putih itu diduga tidak teregistrasi dipemerintahan setempat yaitu tidak teregistrasi dikelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin .

Dari hasil informasi juga, Perusahaan itu memiliki dua gedung terpisah. Jarak antara gedung yang satu dengan lainya kurang lebih setengah kilo meter. Bangunan pertama merupaka bangunan yang sudah lama berdiri, terletak sebelah kiri jalan masuk simpang pasir putih, sekitar setengah kilometer dari jalan lintas Palembang Betung , aktifitas digedung yang lama ini adalah memproduksi air minum dalam kemasan bermerek Airnes.
Sementara gedung satunya lagi jaraknya sedikit lebih jauh kedalam, kurang lebih setengah kilo meter dari gedung pertama. Aktifitas gedung yang kedua ini yaitu memproduksi air dalam kemasan yang sudah diberi perasa manis bermerek panther.
Pantauan dilapangan kolam yang diduga tercemar itu letaknya sedikit lebih rendah dibanding perusahaan. Rumput dikanan-kiri sepanjang aliran comberan yang masuk kolam warga nampak kering seperti terkena racun rumput. (Bi)







