GPBG 2026 Tampilkan Warisan Budaya Garut, Sekaligus Gerakkan Ekonomi Masyarakat

493 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Helaran Karnaval Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026 berlangsung meriah dan menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.

Advertisement

Karnaval budaya tersebut menghadirkan konsep menarik dengan mengangkat kisah sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Limbangan ke Garut Kota. Ragam peserta dari komunitas seni, instansi pemerintah, hingga perwakilan daerah lain turut ambil bagian dalam memeriahkan acara.

Dalam sambutannya, Putri Karlina menyampaikan apresiasi atas capaian GPBG yang kini masuk dalam program nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Ia menilai pencapaian ini menjadi bukti konsistensi dan dedikasi panjang dalam menjaga eksistensi event budaya di Garut.

Ia menegaskan, GPBG tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran ribuan pengunjung membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil.

Selain itu, GPBG diharapkan menjadi ruang ekspresi dan apresiasi bagi para seniman daerah agar terus berkembang serta mampu menembus pasar yang lebih luas.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, turut menyampaikan bahwa kesuksesan acara ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa GPBG merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Garut yang tahun ini pelaksanaannya disesuaikan karena bertepatan dengan bulan Ramadan.

Mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, GPBG 2026 menampilkan kekayaan budaya lokal yang sarat nilai. Kesenian khas seperti Raja Dogar dan Surak Ibra menjadi simbol kuat identitas budaya Garut yang terus dilestarikan.

Apresiasi juga datang dari Nova Arisne dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia menyebutkan bahwa GPBG termasuk dalam 125 event unggulan KEN 2026, bahkan Garut memiliki lebih dari satu event yang masuk dalam daftar tersebut.

Menurutnya, hal ini menunjukkan potensi besar Garut dalam sektor pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Event seperti GPBG tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha dan menjaga kelestarian budaya lokal.

Rangkaian kegiatan berlanjut hingga malam hari dengan berbagai pertunjukan seni. Penampilan Surak Ibra, Raja Dogar, Tari Dangiang Garut, hingga tarian kolosal berhasil memukau penonton. Selain itu, fashion show produk kulit khas Garut, pertunjukan musik, serta wayang golek bobodoran turut menyemarakkan suasana.

Melalui penyelenggaraan GPBG 2026, Pemerintah Kabupaten Garut berharap event ini terus berkembang menjadi festival budaya unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.(**).

Advertisement