
BANYUASIN, Buana Indonesia– seorang Pemuka Masyarakat Betung H Suginen menolak apabila PDAM sampai mengalir. Pasalnya dirinya sudah merasa jenuh terhadap janji-janji pemerintah selama ini. Bahwa PDAM akan segera mengalir
“kepalang sudah tidak dapat menikmati air PDAM, mendingan tidak usah dialirkan lagi, sebab warga Betung ini sudah biasa memanfaatkan air dari sulingan sumur buatan yang berada dipinggiran paret, cetusnya saat ditemui wartawan dikediamannya Selasa Malam (7/11/2012).
Menurut dia, semenjak dirinya berdumisili Di betung dari tahun 70 an sampai akhir tahun 2012 ini belum pernah mencicipi air PDAM yang dikarya oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin walaupun rumah tinggalnya dengan pusat PDAM Betung berjarak tidak lebih 300 meter saja. “Sepertinya percuma kalau air mengalir kemudian tak lama jabatan Bupati Banyuasin H Amiruddin Inoed dan Wakil Bupati H A Rachman Hasan berakhir ” sambungnya
Masih menurunya, Dia menilai kinerja Bupati dan wakil Bupatim Banyuasin hingga dua periode ini dia anggap telah gagal merealisasikan janjinya sendiri dan konon kabarnya selama masa pemerintahan mereka untuk proyek pengadaan air bersih untuk di Betung sudah menelan dana rakyat hingga lebih Rp.40 milyar, tetapi justru proyek itu macet dan dulunya ada air yang mengalir untuk masyarakat Betung walaupun hanya dua atau tiga hari sekali mengalir itu artinya pernah ada dan air itu mengalir disaat masih menjadi wilayah Kabupaten Muba, jelasnya
Jadi kalau ada pejabat banyuasin yang mengatakan air bersih di Betung pada akhir tahun 2012 ini sudah mengalir sampai dikediaman masyarakat Betung, itu hanya mimpi. sebab pepasangan pipa yang sudah ditanam didepan rumahnya ini dulu dikerjakan asal-asalan dan untuk menyambung pipa dari yang satu kepipa berikutnya perekatnya saja pakai sabun colet dan para pekerjanya membeli sabunnya diwarung miliknya.
“Mulanya saya tidak curiga mengapa para pekerja itu setiap hari membeli sabun colet dan jumlahnya banyak, tetapi setelah ditanya warga bahwa sabun colet itu untuk menyambung pralon PDAM, jadi kalau airnya akan sampai pelanggan tentu belum dapat dijamin. Apalagi sekarang, bangunan Bak Penampung Air pun yang baru selesai dikerjakan itu saja sudah pecah dan setiap diisi air, airnya langsung merembes bocor ditelan bumi” cercanya.
Lebih lanjut terang H Suginen, agar menjadi perhatian semua unsur bahwa khususnya Penegak hukum serta para wakil rakyat terutama dari Dapil Betung guna mengusut tuntas bagi yang terkait baik Kepala Dinas PUCK serta para Pelaksana Kontraktornya, sebab kuat dugaan semrawutnya dana yang mencapai puluhan milyar yang tidak menyudahi proyek pengadaan air bersih di Betung itu salah menyalurkan, sehingga sudah 10 tahun ini proyek itu tidak selesai, tekannya.
Menyikapi pendapat sesepuhnya, kalangan pemuda Betung pun angkat bicara soal bahwa penolakan air bersih itu dialirkan dan wajar menurut Heriyanto,S.Kom seperti yang dikatakan oleh pak Haji itu, sebab dalam pelaksanaan proyek itu sarat akan menguapnya dana yang dianggarkan maka sampai sekarang kondisinya masih terbengkalai.
Diapun pesimis bahwa kalau pada akhir tahun 2012 ini air PDAM Betung akan mengalir sampai dikediaman warga. Dan Heri pun setuju jika Kadis PUCK Banyuasin untuk diadukan dan menjadi terperiksa dihadapan hukum termasuk para pelaksana kontraktornya dan kepada para wakil rakyat dari Betung jangan tutup mata, bahkan sampai saat ini masih ada aktipitas pengerjaan jaringan PDAM itu entah dari perusahaan mana, karena tidak terlihat papan nama proyeknya, tegas Heri kemarin.(mbi)







