BANYUASIN, buanaindonesia.com- arga komoditi karet dan sawit saat ini menyebabkan banyak petani banting stir menjadi tukang ojek dan pencari ikan. “Akibat tidak stabilnya harga karet dan sawit terpaksa saya beralih profesi jadi tukang ojek dan mencari ikan,” kata Arman (37), warga Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, kemarin.
Dikatakannya bahwa saat ini Dia sedang mengeluh, karena Saat ini harga karet dan sawit tidak setabil akibatnya penghasilan dari kebun karetnya belum memuaskan untuk kebutuhan sehari-hari. ” Yah dari pada anak dan istri tidak bisa makan terpaksa saya banting stir menjadi tukang ojek dan pencari ikan” keluh Arman.
Dikatakannya bahwa harga karet yang semula bisa mencapai Rp 15000 saat ini hanya berkisaran paling mahal Rp 5000 untuk karet mingguan, begitu juga untuk harga sawit yang semula bisa mencapai Rp 2000 saat ini hanya berkisaran Rp 700 san.
Dilanjutnya, bahwa di Banyuasin tidak banyak pilihan pekerjaan, masyarakat Banyuasin rata-rata merupakan petani karet dan sawit. “Namun berhubung Harga karet sekarang belum stabil.
Jadi saya coba mencari lokak lain, untuk memenuhi kubutuhan hudup sehari-hari yang tambah banyak bae” tambahnya
Diungkapkannya bahwa dirinya dahulu sempat menyuruh orang lain menyadap karet dikebun miliknya dengan cara upahan. Namun berhubung hasilnya tidak memuaskan, dia memilih untuk menyadap sendiri dan hasilnya lumayan, tapi saat ini berhubung tidak setabil jadi kembali tidak memuaskan lagi” kenangnya
Dia berharap harga sawit dan karet secepat bisa stabil. Jika harga karet dan sawit stabi hidup kami, Inysa Allah tidak akan terpuruk.
Beda lagi dengan,
Kipil (45 tukang rumah lebih memilih jadi tukang ojek, disebabkan pesanan pembangunan rumah sekarang lagi sepi. “Ngojek sepertinya lumayan pemasukanya bisa 100/hari dan kadang bisa lebih, bayangkan seputaran Pangkalan Balai saja (bae) Rp.3000,- bahkan bisa lebih tergantung jauh dekatnyalah,” katanya seraya meminta pengertian.
Naiknya ongkos ojek ujarnya, Rp 1000 sampai Rp 2000 lebih disebabkan naiknya harga BBM. “Jadi serba naik,” tuturnya agak







