Kelelawar Rugikan SLTP N 1 Rantau Bayur Hingga Ratusan Juta

11.242 dilihat

ilustrasi KelelawarBANYUASIN, buanaindonesia.com- Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 1 Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin merugi ratusan juta rupiah dikarenakan salah satu ruangan Laboratorim bahasa yang lengkap dengan fasilitasnya menjadi sarang tempat berkembang biaknya Kelelawar.

Akibat terlalu banyaknnya kelelawar yang menghuni disekolahan tersebut sekolah ini sempat mendapat julukan sekolah kelelawar, parahnya lagi semua fasilias yang ada diruang laboratorium rusak semua dikarenakan kotoran dari kelelawar tersebut.

Advertisement

Begitu yang diungkapkan Wakil Kepala sekolah SLTP N 1 Rantau bayur Hasan Basri Kepada buanaindonesia.com Selasa (19/11/13),’’selain menyebabkan populasi udara dan suara, bahkan kotoranya sudah merugikan sekolah ini dengan nilai ratusan jutah rupiah, yang mana sekitar 10 unit computer beserta fasilitas Laboratorium Bahasa kami rusak total akibat kemasukan kototoran dari hewan ini, Hinga saat ini ruang Lab Bahasa kami tidak bisa di huni akibat numpuknya kotoran dari kelalawar penghuni disini”

Diterankanya sudah berbagai cara dilakukan guna membersihkan kotoran dan kelelawar dari ruangan tersebut“ anak-anak didik kami sudah kewalahan untuk membersikan kotorannya, setelah dibersikan paginya sore sudah banyak lagi, jadi sekarang ruangan ini terbengkalai hinga menjadi sarang empuk bagi kelalawar tersebut” terangnya.

“kami berharap pada pemerintah Kabupaten Banyuasin maupun dinas terkait agar bisa memberikan uluran tangan terhadap penderitaan kami, namun hingga saat ini belum ada sulusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut.”ugkapnya

Budi Penjaga Sekolah menambahkan sudah kewalahan membersihkan dan mengusir kelelawar tersebut namun tidak juga membuahkan hasil “saya sendiri sudah kewalahan, dengan berbagai cara saya mencobah untuk mengusir kelalawar ini, mulai dari semprot asap bahkan memasang jaring, namun hasilnya tetap saja nihil, mungkin jika gedung ini di ganti atapnya baru mereka akan pergi”jelasnya.

“saya sependapat dengan pak Hasan kalau kiranya dinas terkait biasa membantu, kami besrta anak didik dan parah setab dewan guru SLTPN 1 rantau bayur menghara agar kiranya dinas dan pemerintah bisa menganggarkan danah untuk penggantian atap sekolah kami yang selama ini genting menjadi seng, karna itulah satu-satunya cara untuk mengusir hewan-hewan ini, selain itu anak-anak didik dan kami semua sudah tidak kuat lagi dengan baunya kotoran yang menyengat dari hewan – hewan tersebut‘’tandasnya.(amd)

Advertisement