Jembatan Ulak Aur Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Buat Jembatan Darurat

9.591 dilihat
jembatan yang putus
jembatan yang putus

OGAN ILIR, buanaindonesia.com Sampai saat ini, Belum ada upaya perbaikan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI),  paska rusaknya jembatan desa ulak aur standing kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir belum lama ini, sementara jembatan tersebut  merupakan akses penghubung beberapa desa dan beberapa kecamatan di ogan ilir, sehingga warga terpaksa membuat jembatan darurat, dengan menyusun bambu untuk bisa dilalui para pejalan kaki, untuk sementara waktu.

“Kalau menunggu diperbaiki pemerintah kapan, karena itu kami berinisiatif membangun jembatan darurat secara gotong royong, supaya bisa dilalui pejalan kaki,” ujar Madon, warga setempat minggu (24/11/13).

Advertisement

Menurutnya, dengan dibangunnya jembatan darurat itu, paling tidak warga tidak perlu merogo kocek member  jasa perahu untuk menyeberang. “Sejak jembatan putus, kami harus merogo kocek lima ribu pulang pergi. Tapi, alhamdulillah, dengan adanya jembatan darurat ini, uang lima ribu bisa kita tabung,” tuturnya.

Pantauan media ini, jembatan darurat yang dibangun warga ini adalah dari bambu, dan hanya bisa dilalui pejalan kaki. “Namanya juga sementara, sepeda motor tidak bisa melaluinya, apalagi kendaraan roda empat,” tegasnya.

sudah hampir satu bulan ini jembatan belum diperbaiki. “Kami gotongroyong buat jembatan bambu, tujuannya khusus bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda terutama anak sekolah dapat cepat melintas agar tidak terlambat ke sekolah. Soalnya kalau memutar jaraknya jauh 4 km. Saat melintas kamipun harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset. Kepada Pemkab agar segera memberikan perhatian supaya dapat segera diperbaiki,” harapnya.

Ia juga sangat kesal ulah sopir truk dan oknum kades yang menyuruh sopir melintas di jembatan tersebut. “Sudah tau jembatan dari besi tua kok dipaksa melintas disitu, itu sangat bodoh akibatnya begini semua susah, anak-anak banyak telat sekolah,” katanya.

Rasa kesal juga diluapkan Yon (30) pengemudi truk pengangkut 20 ton hasil dedak padi di Desa Cahya Marga, dirinya mengatakan, sejak semalam (malam kemarin red) hingga pagi ini terpaksa harus bermalam di jalur tersebut dikarenakan truknya tidak bisa melalui satu-satunya jalur alternatif penghubung Desa Cahya Marga menuju Desa Ulak Aurstanding.

“Sebanyak 20 ton, dedak padi ini rencananya akan di bawa ke Jakabaring, dari Desa Cahya Marga kemudian melewati Desa Ulak Aurstanding hingga tembus ke Pemulutan. Jembatannya tidak bisa dilewati terpaksa memutar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga OI H Muhsin Abdullah mengatakan akan segera memperbaiki jembatan tersebut. Dijelaskannya alat berat dan truk ps akan ditarik, kemudian perbaikan jembatan dilakukan dibagian tengah senilai Rp500 juta, namun kalau hendak membuat jembatan baru dibutuhkan dana sekitar Rp2miliar.

“Kemungkinan Februari bisa kembali lancar transportasinya, pemilik alat berat sudah kita koordinasikan agar bertanggungjawab, yang jelas kita prioritaskan segera diperbaiki.(Mie)

Advertisement