Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

BANYUASIN,buanaindonesia.com– Sebagai aksi solidaritas terhadap aksi yangdi gelar oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang di sebut Aksi Sehari TanpaDokter seindonesia, terkait Keputusan Mahkama Agung yang memponisdokter spesialis Kandungan Dr.Dewa Ayu Setiari Prawani karena tuntutan pasien Julia Pransiska Makate yang meningal dunia diRS.Kandow Manado korban oprasi persalinan.
RSUD Banyuasin yang terletak di Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III kabupaten banyuasinikut menutup semua polokelinik terkecuali UGD yang masi tetap siaga,guna menghargai aksi Sehari Tanpa Dokter yang di gelar Oleh organisasiIDI Banyuasin.
Kepala Rsud Banyuasin Dr.eka Mutika Melalui Kepala Bagian Tata Usaha Umum Dr.Mahlar mengungkapkan’’semua kami lakukan hanya sebagai aksisolidaritas yang di lakukan oleh organisasi IDI seindonesoia terhadaptuntutan MA kepada saudara kita dr.Dewa Ayu Setiari Prawani diManado,sebenarnya ini bukan hak saya untuk menerangkan aksisolidaritas tersebut,karna di banyuasin ini kitapunya Ketua IDIbanyuasin yaitu dr.Pahrul yang ada di RSUD Banyuasin’’ungkapnyakepada buanaindonesia.com Rabu (27/11/2013).
Memang kami melakukan aksi sehari tanpa dokter dengan menutup semuapoli kelinik yang ada di Rsud banyuasin ini,namun kami tetap membukaUGD dengan tujuan supaya baik korban Gawat Darurat maupun orang-orangmiskin yang mebutukan perobatan tetab kita layani sepertibiasa.’’kitaini manusia yang memiliki hatinurani,tidaklah mungkin kitatidak peduli terhadap sesama manusia yang sedang terkenamusibah.’’bebernya.
Lebih lanjut dr.mahlar menerangkan’’kami tidak mengelar aksi mogoktotal karna jika kami mogok total maka dokter-dokter yang PNS tentuterkena sangsi direktur RSUD Banyuasin sesuai dengan peraturan hokumyang berlaku, peraturan kedisiplinan pegawai,jadi untuk menghargaiOrganisasi IDI se INDONESIA dalam Aksi Sehari Tanpa Dokter kamimenutup semua poli yang ada di RSUD Banyuasin dengan catatan UGDtetap di buka’’terangnya.
“Karena selain kami mengahrgai organisasi IDI seindonesia ,kami jugahtetap konsisten terhadap masyarakat-masyarakat Banyuasinkhususnya.sebab kesehatan mereka itu”jelasnya.
“Tangungjawab kami, walau pun kami menutup semua polikelinik yang adadi RSUD namun UGD kami tetap siaga 1 kalai 24 jam.tujuan kami tetapmembuka UGD masyarakat yang datang baik yang datang dalam keadaangawat darurat maupun masyarakat yang kurang mampu,tetap menikmatipelayanan RSUD banyuasin dan kita mengelar aksi solidaritas tersebuthanya satu hari tidak lebih.’’Pungkasnya (amd)







