Jalintim Lumpuh Belasan Jam Polres Turunkan 260 Personel

9.952 dilihat
Palembang Betung Macet Puluhan Kilo Meter
Palembang Betung Macet Puluhan Kilo Meter

BANYUASIN, buanaindonesia.com- Jalan Lintas Timur (Jalintim) di kawasan Betung Banyuasin jum’at (20/12) lumpuh kurang lebih 12 jam, akibatnya kemacetan hingga mencapai puluhan kilometer Informasi yang berhasil dihimpun kemacetan dimuali dari desa gajah mati Kecamatan Babat Supat Musi Banyuasin hingga kelurahan Setereo Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin , walaupun sudah sedikit terurai namun kemacetan ini masih terjadi hingga pukul 19.30 jum’at (29/12/13)

Mardian warga bayunglincir mengatakan bahwa dirinya sudah hampir 10 jam terjebak dalam kemacetan tersebut “saya sudah hampir 10 jam dari Banyung baru sampai betung” keluhnya

Advertisement

Sobri salah satuh pengemudi exspedisi bermuatan pupuk menjelaskan’’kemacetan ini berawal dari hari kamis (19/12/13) sekitar pukul 02:00  saat satu bua mobiltruk yang bermuatan kayu Balok terguling karna melintasi jalan yang ber lobang

Sobri mengatakan dirinya membawa pupuk dengan tujuan kejambi “saya dapat telpon dari temen saya katanya kemacetan sudah mencapi Desa langkap kecamatan Betung karna barusan ada lagi mobil bermuatan salak yang jatuh di tempat yang sama hinga mobil-mobil baik yang ke arah Sekayu mau pun arah jambih numpuk dan terkonci di simpang tiga tugu polwan kota betung kecamatan Betung’’bebernya

Di tempat yang sama Alex salasatu pengandara roda dua dari kabupaten mubah menerangkan’’kalau untuk jalur Sekayu kemacetan di perkirakan sudah mencapai kecamatan Lais kabupaten Banyuasin sebab saya yang pake sepeda motor saja berangkat dari sekayu pukul 08:00 wib dan sekarang suda pukul 13:00wib baru sampai desa lubuk lancang”tandasnya

Sementara itu Kapolres Banyuasin AKBP Achmad Iksan mengatakan, dalam mengantisipasi kemaaceta itu pihaknya telah menerjunkan menerjunkan 260 personil

Diterangkannya bahwa kemacetan hari ini (kemarin red) sama seperti kajadian sehari sebelumnya, kemacetan kata Kapolres diakibatkan truk terperosok ke dalam lubang di tengah jalintim, hingga terguling. “Kalau Kamis lalu truk pengangkut kayu terguling, pagi tadi (kemarin, red) truk sayuran yang terguling, hingga menimbulkan ke macetan,” ujar Kapolres.

Kemacetan semakin parah karena pengendara tidak sabaran, menyerobot ke kiri dan kanan jalan. Akibatnya kendaraan menumpuk di TKP dan antrian panjang kendaraan terkunci tak bisa bergerak. “Kemacetan mulai bisa diatasi setelah 260 personel lantas dan sabara diturunkan,” katanya.

Dikatakannuya kerusakan jalantim di Betung sudah sangat parah. Selain sempit, banyak lubang besar dan dalam di badan jalan yang mengancam pengendara. Apalagi saat musim penghujan seperti sekarang, jalan licin dan lobangnya tergenang air.

“Kami sudah kordinasikan kerusakan jalan ini dengan pemerintah setempat agar segera memperbaiki jalan,” jelasnya.

Kapolres juga menyarankan Pemkab melalui instansi terkait untuk mengaktifkan lagi jembatan timbang. Karena salah satu penyebab kecelakaan dan kerusakan jalan, lantaran banyak kendaraan melebihi muatan yang melintas. “Saat ini kondisi jalan sangat parah, pengendara harus ekstra hati-hati melintas dan patuhi aturan lalu lintas,” katanya.

Sementara itu Wakil ketua DPRD Kabupaten Askolani, ketika dikonfirmasi mengenai seringkali terjadinya kemacetan di wilayah Palembang – Betung mengatakan, sebenarnya kemacetan di wilayah tersebut sudah sangat krusial. Sehingga perlu adanya jalur alternative seperti Jalan Tol Palembang – Betung dan Jalur jalan lingkar Betung masuk dari kelurahan Rimba Asam, kawasan Meranjat, dengan panjang10 Km akan tembus ke desa Bukit ke arah perlintasan ke Provinsi Jambi.

”kita minta kepada pemkab Banyuasin dan pemrov Sumatera Selatan untuk segera membangun jalur alternative tersebut, jangan ditunda-tunda lagi. Karena kemacetan di wilayah Palembang – Betung sudah sering terjadi, bahkan masyarakat sudah bosan,”ujarnya

Jika sampai pembangunan jalur alternative tidak segera dilaksanakan, dipastikan kemacetan di wilayah Palembang – Betung semakin hari semakin parah.”Bisa-bisanya macetnya tidak tertolong lagi, bahkan dapat berdampak secara nasional terhadap perekonomian maupun sosial” tukasnya

Advertisement