
BANYUASIN,buanaindonesia.com- Realisasi dana bantuan gubernur (Bangub) sebesar Rp 50 juta di desa Talang Bulu, kecamatan Talang Kelapa untuk sektor ekonomi froduktif sebesar Rp 20 juta diduga fiktif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan menyebutkan, desa Talang bulu, pada anggaran tahun 2013 menerima dana bangub sebesar Rp 50 juta. Dana bangub yang seharusnya digunakan untuk kegiatan pembangunan di desa itu diduga tidak dipergunakan sesui peruntukannya.
Saat itu dana bangub diterima desa Talang Bulu dibawah kepemimpin Kades Es, yang saat ini sudah tidak menjabat lagi, karena mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kabupaten banyuasin dari salah satu partai peserta pemilu 2014 dari dapil Tanjung Lago dan Talang Kelapa.
Mantan Kepala Desa Talang Bulu ES saat dikonfirmasi membenarkan kalau saat masih menjabat kades dirinya menerima dana bantuan gubernur sebesar Rp 50 juta. Menurutnya dana bangub itu sudah direalisasikannya sebagaimana mestinya.
“Memang ada bantuan itu, dan dana itu sudah saya gunakan sesuai peruntukannya. Sedangkan dana untuk kegiatan ekonomi produktif sudah saya belikan Sounsistem dan Mesin rumput 1 unit,” katanya singkat saat dikonfirmasi buanaindonesia.com senin 06/01/2014 kemarin.
Sementar itu, Plt Kepala desa Talang Bulu Hj.EM saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya bangub tersebut. Namun dia mengaku tidak mengetahui kemana saja dana itu dialokasikan.
“Kalau peruntukannya saya tidak tahu, semua itu dikelola langsung oleh kepala desa yang lama, bahkan saat dana itu cair saya tidak pernah dilibatkan sama sekali, pencairannya saja bukan di kantor, melainkan di rumah Kaur Pemerintahan,” katanya.
Ketua BPD Desa Talang Bulu YS saat dimintai komentranya mengatakan, sepanjang sepengetahuan dirinya yang ada hanya 1 unit mesin rumput. Sedangkan untuk Sounsistem itu belum ada sama sekali.
“Yang saya tahu dana sebesar Rp. 50 juta dari bangub itu hanya Rp. 30 juta saja yang dialokasikan sesuai peruntukannya, yakni untuk tunjangan perangkat. Tapi kalau alokasi dana ekonomi produktif sebesar Rp 20 jutat saya tidak tahu sama sekali karena hinga saat ini belum ada SPJ nya dan keterangan tentang peruntukannya,” katanya. (Amd)







