OGAN ILIR Buanaindonesia.com- penanganan banjir diwilayah kabupaten Ogan Ilir (OI) untuk kali ini tampaknya tidak main-main, karena Dinas Kesehatan (Dinkes) OI sudah menyiapkan Posko kesehatan bagi warga yang mengalami musibah bencana banjir terparah yang ada di tiga Kecamatan diantaranya Desa Tanah Abang, Rantau Alai, Ulak Embahang serta Desa Lubuk Keliat.
Pantuan Buanaindonesia.com dilapangan, setiap Posko yang didirikan oleh Dinkes OI tersebut setidaknya diisi satu tim medis yang terdiri dari lima orang termasuk Dokter dan Perawat jaga, Mereka disiapkan guna melayani warga yang sakit akibat bencana banjir tersebut.
“Setiap harinya warga yang datang ke Posko kesehatan guna diberikan pengobatan, berjumlah 10 sampai 20 orang, Umumnya mereka terkena penyakit seperti gatal-gatal, demam dan masuk angin,” begitu yang diungkapkan Kepala bidang Pemberantas Penyakit dan Pemeliharaan Lingkungan (P2PL) Dinkes OI, Hendra Kudeta, Jumat (17/01/14).
“namun dikhawatirkan tidak menutup kemungkinan usai bencana banjir, warga Desa terserang penyakit yang disebabkan oleh hewan sejenis tikus (Leptospirosis), Mengingat berdasarkan pengalaman pada musibah banjir di Tahun-tahun sebelumnya, namun Antisipasi yang akan kita lakukan dengan cara memberikan obat-obatan sejenis antibiotik, salep, maupun obat injeksi (suntikkan) kepada warga yang terkena musibah banjir,”lanjutnya.
Dijelaskannya, Posko kesehatan yang disiapkannya lebih dikhususkan pada daerah yang berada berdekatan dengan sungai seperti Desa Ulak Embahang hingga Desa yang berada di Kecamatan Muara Kuang. “diKecamatan Pemulutan pendirian Posko Kesehatan saat ini masih di optimalkan, karena bencana banjir diwilayah tersebut, tidak terlalu parah jika di bandingkan dengan wilayah Kecamatan Muara Kuang dan Kecamatan Tambang Rambang,”jelasnya.
Diterangkannya, berdasarkan data yang telah diterima pihaknya dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi, puncak bencana banjir yang terjadi di Kabupaten OI berada pada bulan Februari-Maret nanti. “Saat ini kondisi banjir yang melanda Kabupaten OI, tidak separah Jika dibandingkan pada tahun laluyang mana debit air mencapai ketinggian 2 meter,”
Dilanjutkannya, pihaknya sejak tiga hari lalu sudah melakukan antisipasi dengan cara memberikan pertolongan kesehatan. “Kita berharap mudah-mudahan saja banjir di tahun ini tidak seperah pada tahun-tahun sebelumnya,”pungkasnya.(mie)








