Akibat Definisi Identitas Kependudukan, Kualitas Pemilu Kada Provinsi Jawa Barat Dipertanyakan

10.040 dilihat
ilustrasi pemilu kada

GARUT, Buana Indonesia– Ditemukan banyaknya kerancuan di lapangan, yang diakibatkan oleh banyaknya penapsiran dari Identitas Kependudukan yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Yang dikumpulkan sebagai syarat pendukung sah oleh bakal calon dari independen

Disisi lain banyakya penapsiran mengenai Identitas Penduduk dapat mengakibatkan timbulnya kemungkinan kerugian, pada bakal pasangan calon Gubernur dan wakil Jawa Barat tahun 2013 dari independen, yaitu  Dr.H. Dikdik M Arief Mansyur SH.MH dan wakil.  Drs. H. Cecep NS Toyib, M.Si, karna hawatir tim independen ini salah mengumpulkan atau tat kala akan mengumpulkan KTP para pendukung belum ada, oleh karna KTP belum selesai.

Advertisement

Demikian prihal ini dikataan Wandi, salah satu personil team Panwaslu Kec. Cibatu. Kabupaten Garut saat dibincaingi media belum lama ini

Menurutnya Kemungkinan hal ini bukan hanya terjadi di Kecamatan Cibatu, karena dokumen dukungan dari bakal pasangan tersebut diterima dari KPU Provinsi,

Ia menambahkan.Temuan dilapangan ternyata diduga akar permasalahan ada pada dualisme pengertian pada definisi Identitas Kependudukan yang oleh KPU Kabupaten Garut disebutkan dapat juga dipakainya Kartu Keluarga, yang biasa disebut KK, maka yang pada akhirnya terdapat berulang ulang satu dokumen kependudukan dengan Nomor Induk yang sama dipakai oleh lebih dari satu orang pendukung dari satu calon bakal pasangan tersebut, yang oleh aturan dianggap tidak syah karena

” Ditemukannya berulang ulang nama pendukung yang berbeda, tetapi menggunakan nomor Kartu Tanda Penduduk atau Dokumen Kependudukan yang sama, maka hal itu dinyatakan tidak sah.dan dicoret.

Deden Solihin dari LSM KOREKSI menambahkan bahwa dengan dapat dipakainya satu dokumen dalam hal ini Kartu Keluarga atau KK, sebagai pengganti KTP dapat jadi satu peluang besar untuk mudahnya memanipulasi data atau dokumen, sehingga untuk menda patkan proses PEMILUKADA di Jawa Barat yang berkualitas, meragukan.

Oleh karna itu Kata Deden, dirinya merasa turut prihatin kepada para bakal calon dari perseoranngan yaitu Dikdik M Arief dan Cecep NS Toyib,yang mana mungkin telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk kinerja yang bisa dibilang kurang sempurna ini. Sebagai contoh, untuk wilayah satu kecamatan Cibatu misalnya, dari jumlah data pendukung yang mencapai 3 ribu lebih, hanya kurang dari 10%, itupun bermasalah dalam temuan oleh team Panwaslu Kecamatan Cibatu.( ADAM).

Advertisement