BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Grand Launching Aplikasi Gerakan Tenaga Kerja Berkarya ( Gentra Karya ) hasil karya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Garut di buka resmi oleh Bupati Garut H Rudy Gunawan di aula Fave Hotel Tarogong Kidul, Kamis 29 Desember 2022.
Dalam sambutannya Bupati Garut menyambut baik hadirnya Gerakan Tenaga Kerja Berkarya ( Gentra Karya ) yang diprakarsai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Garut sebagai salah satu solusi dalam memberikan informasi peluang kerja bagi warga masyarakat kabupaten Garut.
” Seperti kita ketahui, kabupaten Garut adalah kabupaten yang memiliki jumlah penduduknya sangat banyak, kita mempunyai permasalahan pelik dari tahun ke tahun, tahun 2014 ketika saya menjadi Bupati Garut, pada saat ini hampir 9,5 persen terjadi pengangguran di kabupaten Garut, karena di kabupaten Garut ini yang lulus SLA hampir 40.000 orang, yang melanjutkan ke perguruan tinggi 5200 orang, ada juga yang melanjutkan di bandung semuanya apabila dihitung – hitung tidak lebih dari 10.000 orang, sementara sisanya 30.000 orang lagi mau kemana, mungkin ini yang menjadi persoalan dari tahun ke tahun, 30.000 orang yang tadinya sekolah di SLTA itu menjadi bagian yang jadi wiraswasta dan sisanya pengangguran” kata Bupati Garut di awal sambutan.
Sambungnya, oleh sebab itu Gentra Karya yang digagas Disnakertrans ini bisa memberikan akses informasi lowongan pekerjaan dan akan mempermudah orang yang tidak sekolah untuk mencari pekerjaan.
” Untuk itu saya memberikan apresiasi kepada Bu Erna beserta jajarannya hari ini Gentra Karya akan di Launching, sehingga akan mempermudah warga masyarakat Garut dalam mencari pekerjaan” ungkap Bupati.
Bupati Rudy juga mengajak, kepada warga masyarakat Garut untuk mendukung Pemkab Garut dalam menarik investor dari luar mau menanamkan investasinya guna menurunkan angka pengangguran di kabupaten Garut.
” Karena mendapatkan lapangan pekerjaan adalah hak setiap orang, maka untuk adanya ketersediaan lapangan kerja dibutuhkan investor – investor yang mau menyediakan lapangan pekerjaan di kabupaten Garut , kita memiliki 500 hektar yang dijadikan kawasan industri di kabupaten Garut yang berada di kecamatan Leles, Cibatu, Limbangan dan Selaawi yang bisa dijadikan oleh investor membuka lapangan kerja bagi masyarakat Garut ” terangnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Garut, Erna Sugiarti, mengungkapkan, selain _launching_ aplikasi Gentra Karya, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan Mini Job Fair, di mana perusahaan yang mendaftar di aplikasi Gentra Karya tidak hanya tersedia secara online namun juga tersedia secara offline dalam Mini Job Fair ini.
“Bisa lewat aplikasi, bisa ada _offline_ juga nanti kita tiga bulan sekali kita adakan (Job Fair) di Pendopo. Untuk perusahaan nanti itu lebih banyak lagi perusahaannya, sebetulnya ini juga banyak yang ingin ikut mini job fair, tapi kita terkendala, waktunya kan hanya sebentar, kemudian yang kedua ini tempat tidak kurang memenuhi,” ucapnya.
Erna menuturkan, dalam aplikasi Gentra Karya ini terdapat beberapa informasi di antaranya seperti lowongan pekerjaan, informasi tentang pelatihan, informasi tentang pemagangan, dan informasi terkait sertifikasi. Selain itu, imbuh Erna, aplikasi ini dapat memudahkan investor untuk berinvestasi di Kabupaten Garut, dengan melihat ketersediaan tenaga kerja dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Garut.
“ Untuk saat ini sudah 16 ribuan (pencari kerja), alhamdulillah hari ini seribu kita penyerapan untuk tenaga kerja, untuk hari ini saja, belum bulan-bulan yang lalu,” lanjutnya.
Ia memaparkan, bahwa adanya kerja sama secara pentahelix ini dapat mempercepat penurunan angka pengangguran, di mana saat ini tingkat pengangguran di Kabupaten Garut berada di angka 7,60%. Erna menambahkan, pihaknya sudah terintegrasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Provinsi Jawa Barat, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sehingga informasi terkait lowongan pekerjaan bisa semakin banyak didapatkan.
“Kita sudah terintegrasi dengan kementerian, jadi untuk lowongan pekerjaan itu bukan hanya di Garut saja, tapi bisa melihat ke seluruh (daerah), bahkan di luar negeri juga ada untuk pemagangan,” pungkasnya.








