DPRD Sumsel Gelar Rapat Paripurna Istimewa Dengarkan Visi – Misi HDMY

1.980 dibaca

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  mengelar rapat Paripurna Istimewa XXVI  dengan agenda penyampaian Visi-Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Herman Deru dan Mawardi Yahya (HD-MY). Masa Jabatan 2018-2023. Senin 8 Oktober 2018 di ruang rapat Paripurna DPRD Sumsel, Jln Kapten A.Rivai Palembang.

Dalam pidatonya Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini meminta semua pihak segera merapatkan barisan untuk bersinergi membangun Sumsel dengan Visi Provinsi Sumsel 2018-2023 ” Sumsel Maju untuk Semua”.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Herman Deru dan Mawardi Yahya (HD-MY) menyampaikan Visi-Misi di Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sumsel.

Selain mengentaskan angka kemiskinan sampai di bawah angka nasional, HD-MY berharap sinergi ini juga mampu mempertahankan capaian kinerja pembangunan yang sudah baik.

“Kita harus bekerja keras lagi untuk mengejar ketertinggalan kita pada capaian kinerja beberapa indikator makro yang belum maksimal,” tegasnya.

Mengenai pemahaman visi Sumsel Maju  untuk Semua terdiri dijelaskan Gubernur HDMY terdiri dari 4 makna di antaranya yakni keadaan dimana terwujudnya pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan atau pembangunan berkelanjutan dan pembangunan maritim yang merata dan berkeadilan, dimana hasik-hasil pembangunannya dinikmati seluruh anggota masyarakat.

Sumsel Maju untuk Semua juga menggambarkan kondisi dimana meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran, integritas, dan kearifan lokal disamping terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat dengan dukungan pro-rakyat, pro-lingkungan dan pro-gender yang transparan dan akuntabel.

“Untuk mencapai visi tersebut, kami memiliki 5 misi salah satunya yaitu membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyatan yang didukung sektor pertanian, industri dan UMKM yang tangguh mengatasi pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun pedesaan,” jelasnya.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Herman Deru dan Mawardi Yahya, foto bersama dengan Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Sumsel usai rapat Paripurna istimewa.

Misinya yaitu meningkatkan kualitas SDM baik laki-laki maupun perempuam yang sehat berpendidikan, profesional,  kemudian mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintahan yang jujur, berintegritas, profesional dan responsif.

Kemudian membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, termasuk infrastruktur percepatan pembangunan wilayah pedalaman dan perbatasan, untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk, seera mewujdukan daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah. .

Herman Deru juga mengtakan bahwa masing-masing misi tersebut telah dijabarkan ke dalam beberapa program kerja. Misalnya soal membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyatan dilakukan dengan program kerja  pengembangan ekonomi kreatif di sektor jasa dan industri kecil dan menengah.

Selanjutnya, pengembangan kawasan komoditas/sektor unggulan berbasis potensi sumber daya lokal serta membangun infrastruktur dalam mempercepat pembabgunan perekonomian rakyat.

Sedangkan untuk meningkatkan kuakitas SDM baik laki-laki maupun perempuan yang sehat berpendidikan, profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan direalisasikan denga  program merja seoerti menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas melalui revitalisasi sarana dan tenaga kesehatan (Puskesmas, Pos Kesehatan Desa, Pondok bersalin desa dan lainnya. Kemudian memfasilitasi dokter keluarga mandiri.

Sementara itu, program kerja untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dilakukan dengan membangun hubungan administrasi pemerintah yang lebih harmonis dengan Bupati/Walikota se Sumsel sebagai bagian dari proses reformasi birokrasi.

“Kami akan menjabarkan visi dan misi tersebut secara lebih detil dan terukur yang akan dicapai selama 5 tahun dalam RPJMD Sumsel 2018-2023,” (ADV)