Gubernur Sulsel Siap Lengser Jika..

27.232 dilihat
Gubernur Sulsel saat lakukan kunjungan ke Barombong, Jumat , 5 Juli 2019

BUANAINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel siap lepas jabatan
Menghadapi hak angket DPRD.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan siap melepas jabatan jika rakyat menghendaki.

“Hari ini pun saya dipecat, siap. Kalau rakyat sudah tidak mau, saya siap berhenti,” seloroh Nurdin di Stadion Barombong, Jumat 5 Juli 2019.

Nurdin mengaku menghormati hak angket yang telah digulirkan DPRD Sulsel terhadap kepemimpinannya bersama Andi Sudirman Sulaiman.

“Itu hak yang dimiliki DPR,” ungkap Nurdin.

Meski berjanji akan kooperatif dan mengikuti seluruh proses hak angket, Nurdin Abdullah meragukan kemampuan legislator DPRD Sulsel bisa membuktikan semua tudingan yang diarahkan kepada dirinya dan wakilnya Andi Sudirman Sulaiman. Karenanya mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengaku tidak perlu mempersiapkan hal khusus dalam menghadapi ganjalan hak angket itu.

“Saya tidak pernah rekayasa sesuatu. Saya enak saja. Saya nyenyak tidur. Saya tahu apa yang saya kerjakan,” ungkapnya.

Nurdin berkeyakinan hak angket DPR terhadap eksekutif tidak selalu harus memanggil gubernur, kecuali ada indikasi melakukan kesalahan.

Sementara itu pemerhati sosial Suksel, Mulawarman menyatakan niat Mundur disambut baik jika hak angket menyatakan Nurdin Abdullah melakukan kesalahan atau melanggar aturan dalam melaksanakan tugasnya sebagai gubernur. Pria yg pernah lama kuliah dan tinggal di Jepang itu, wajib mundur. Karena budaya malu Jepang yg sangat positif, mundur dari jabatannya kalau mengetahui dirinya melakukan kesalahan.

“Di Jepang, tidak mandang besar dan kecilnya kesalahan, atau fatal tidaknya kesalahan. Sekecil apapun kesalahan yg diketahui oleh publik atau dirinya, kalau orang Jepang dia mundur. Nurdin Abdullah haruslah mencontoh dan menedeladani budaya malu orang Jepang ini. Saya kiaa Nurdin Abdullah sangat tau akan budaya malu orang jepang itu,” tegas Mulawarman.

Mulawarman mengingatkan anggota DPRD yg menjadi anggota hak angket, agar bertindak seperti jaksa mengejar seluruh keterangan nara sumber yg dipanggilnya, jangan seperti biasanya. Karena hak angket mempertaruhkan status anggota DPRD Sulsel adalah wakil rakyat yg sesungguhnya, terlebih hak angket ini terbentuk atas dasar keluhan rakyat.

“Anggota DPRD jangan menganggap diri wakil rakyat, jika tidak mendengar, menerima dan mencari jalan keluar keluhan rakyat,” tutupnya.