Humas PT KAM Jelaskan Isu Yang Beredar

16.541 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN- Pihak PT Kasih Argo Mandiri (KAM) akhirnya angkat bicara terkait adanya dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah PT KAM di Desa Biyuku Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin.

Humas PT KAM Irwandi mengatakan jika pihaknya melakukan pembuangan limbah secara langsung itu tidaklah benar. Pihaknya mengolah terlebih dahulu limbah tersebut, kemudian setelah sesuai dengan baku mutu lingkungan baru dibuang.

Advertisement

“PT KAM membuang langsung limbah itu tidak benar, dari 13 kolam kita cek uji baku dan mutu, diolah baru dibuang. Jadi pembuangan limbah tanpa pengolahan itu tidaklah benar,”ujarnya, Selasa (24/08/2021).

Mengenai adanya hasil uji laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuasin yang mengatakan hasil olahan limbah tidak sesuai dengan baku mutu lingkungan, Irwandi menegaskan bahwa pihaknya tidak mengharapkan itu terjadi.

“Dari 6 point yang di uji, sebenarnya ada 2 point saja yang tidak memenuhi yaitu BOD dan COD. Tapi kami anggap ini teguran, kita diberikan waktu 3 bulan dan kedepan akan secepatnya diperbaiki,”katanya.

Ditambahkan Irwandi, pihaknya juga akan menambahkan beberapa treetment pengolahan limbah seperti memperhatikan warna sehingga nantinya hasil olahan yang dibuang benar-benar sesuai dengan aturan.

“Kita akan perhatikan warna dengan menggunakan alat sistem perjernihan air Clarifier untuk mengecek limbah dan ini baru ada 2 di Sumsel. kami juga nanti akan mengandalkan komunikasi dengan warga setempat,”tandasnya

diberitakan, sebelumnya bahwa Limbah perusahaan buah kelapa sawit milik PT Kasih Argo Mandiri (KAM) diduga  mencemari air sungai warga Desa Biyuku Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Akibat limbah tersebut warga mengeluhkan air sungai yang biasa mereka gunakan untuk kebutuhan mandi mencuci dan memasak tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Warga Desa Biyuku Ansori mengatakan, sebelum berdirinya perusahaan kondisi air sungai daerah mereka masih layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kini air sungai telah berubah warna menjadi coklat kehitaman dan berbau busuk.

“Air sungai daerah kami ini dahulunya jernih pak, hampir semuah warga desa menggunakan air sungai ini untuk kebutuhan memasak, mencuci dan mandi. Sekarang air sungai sudah tidak dapat digunakan lagi terasa gatal-gatal di badan jika kami mandi air ini, warnanya saja berubah warna hitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap,” keluhnya kepada media ini

Warga Minta Hasil Pemeriksaan Limbah Dari DLH Banyuasin di Ungkap ini Persoalanya  

Advertisement