Ini Pengaruh Penggunaan Kloset duduk

2.239 dibaca
Pakai kloset jongkak bisa melancarkan BAB

Buanaindonesia.com РKloset jongkok saat ini sudah mulai ditinggalkan, jarang digunakan. Banyak Hotel-hotel mewah sudah banyak meninggalka kloset jongkok ini. Meski buang air besar sambil duduk terasa lebih nyaman, apalagi bagi orang yang biasa berlama-lama di toilet sambil membaca, atau merokok. tapi sebenarnya, memakai kloset duduk ini malah bisa menghambat proses BAB.

Dalam posisi jongkok otot-otot yang berhubungan dengan pengeluaran tinja bisa rileks. sehingga, urusan “kebelakan” bisa lebih lancar. Berbeda dengan pemakaian kloset duduk. Karna otot tersebut hanya rileks sebagian

Pada dasarnya bagian bawah tubuh kita memang tidak didesain untuk terus mengeluarkan urine atau tinja sehingga ada semacam lekukan di saluran cerna antara rektum dan anus. Lekukan itu mirip dengan penutup di ujung selang sehingga air tidak terus menerus mengalir.

Nah, dalam posisi jongkok, saluran tadi akan terbuka sehingga tinja lebih mudah dikeluarkan. Ini sebabnya mengapa kita harus lebih mengejan saat BAB dalam posisi duduk.

Seorang peneliti dari Israel bernama Dov Sikirov ingin tahu lebih jelas mengenai mekanisme hal ini. Ia lalu melakukan penelitian. Dov pun membandingkan berapa lama rasa mulas bisa timbul dan usaha yang dibutuhkan untuk BAB antara orang yang BAB sambil duduk dan jongkok. Hasilnya, Ternyata dalam posisi jongkok seseorang butuh waktu hanya tiga perempat dari orang dengan posisi duduk untuk mulas dan BAB.

Di Jepang, penelitian serupa juga dilakukan dan hasilnya dimuat dalam jurnal Lower Urinary Tract Symptoms. Enam partisipan dalam studi ini diberikan cairan kontras di bagian rektumnya agar lebih terlihat di bawah alat rontgen. Mereka diminta mengeluarkan cairan dari posisi jongkok dan duduk.

Dari rekaman video diketahui, posisi anorektal meningkat secara signifikan dari 100 derajat menjadi 126 derajat dari duduk ke jongkok. Akibatnya BAB pun lebih mudah dalam posisi jongkok.