Magister Ilmu Komunikasi STISIPOL, KPID Sumsel dan Camat Sako Kompak Adakan Seminar Literasi Digital

12.767 dilihat

BUANAINDONESIA, SUMSEL – Magister Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dan Camat Sako- Kota Palembang Kompak mengadakan Seminar Literasi Media dan Literasi Digital .Kamis 7 Oktober 2021 di Aula Kecamatan Sako. Jln. Musi Raya, Sako Palembang. Seminar Diikuti oleh masyarakat dari beragam profesi pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Aparatur Sipil Negara(ASN) , tokoh agama/masyarakat, mahasiswa dan ibu rumah tangga.

Seminar dibuka oleh Wakil Ketua II Stisipol Candradimuka Palembang, Desi Aryani, S.Sos, M,Si dalam sambutannya, Desi mengatakan bahwa tingkat literasi masyarakat masih sangat rendah. Padahal pesan yang disampaikan oleh media sangat beragam.

Advertisement

“Tidak banyak individu yang mengetahui cara memanfaatkan media sosial dengan baik,”kata Desi

Dibutuhkan pemantikuntuk memanfaatkan media digital/sosial dengan tujuan kesejahteraan ekonomi.

Desi berharap seminar ini dapat meningkatkan kompetensi literasi, serta kedepannya, kolaborasi antara STISIPOL Candradmuka, KPID Sumsel, dan Kecamatan Sako akan terus berlanjut untuk mewujudkan pembentukan Kampung Literasi Media

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Prodi Mikom STISIPOLCandradimuka, Dr. Budi Santoso, M.Comn, untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi pesan media agar lebih bermanfaat.

“Perguruan Tinggi mempunyai tanggung jawab moral untuk meningkatkan sekaligus mengawal kesejahteraan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat terutama di tengah pandemi seperti saat ini,”ujarnya.

Dikatakan, salah satu wujud dari tanggung jawab moral tersebut adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi media dan literasi digital masyarakat agar dapat lebih bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

“Perguruan tinggi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta,”tegasnya..

Selanjutnya, Seminar menampilkan empat narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan dan literasi, terutama literasi media dan digital. Pertama, Dr. Budi Santoso, M.Comn (Kaprodi Mikom STC). Subtema “Kita, Media, dan Hoaks” ,

Kedua, Guntur, SH., MH, Ketua KPID Sumsel Subtema “Membangun Pengetahuan, Sikap, Perilaku Cerdas dan Kritis Masyarakat terhadap Pesan Media” Ketiga Dr. Amiruddin Sandy, M.Si. Subtema “Memelihara Stabilitas Sosial di Masyarakat Melalui Media Sosial” dan keempat Edo (Penggiat Media Sosial; pengelola akun @palembanginfo). Subtema “Pemanfaatan Media digital untuk Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi”

Sebagai pembicara pertama, Budi menyampaikan tentang serba serbi hoaks. Di era digital seperti sekarang ini, informasi sangat banyak. Sumber pesan tidak jelas dan bahkan sengaja ditujukan untuk menyebarkan informasi palsu (hoaks) yang menyesatkan. Kemudahan untuk meneruskan informasi (share dan forward) semakin menyuburkan hoaks.

“Idealnya memeriksa ulang apakah berita atau pesan yang diterima, cek kebenaran informasi melalui web semisal https://turnbackhoax.id atau https://trustpositif.kominfo.go.id,”ujarnya.

Selanjutnya, Amiruddin mengatakan survey menunjukkan bahwa pengguna internet dan media sosial/ jejaring sosial di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahun.

Dikatakan Pemerintah mempunyai peran dan tanggungjawab untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif demi stabilitas sosial masyarakat. Peran ini dapat diperkuat melalui penggunaan media sosial sebagai instrumen komunikasi.

Sedangkan ketua KPID Sumsel, Guntur mengatakan tidak semua pesan media mengandung muatan positif dan bermanfaat untuk perkembangan pengetahuan dan psikologis individu.

“Masyarakat harus cerdas dalam menerima informasi,”

Pembicara keempat, Edo mengatakan pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap semua lini kehidupan masyarakat, terlebih lagi terhadap mereka yang berkemampuan ekonomi terbatas.

Perusahaan-perusahaan banyak yang gulung tikar, sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja. Ribuan orang kehilangan pekerjaan dan tidak tahu harus berbuat apa.

“Peluang untuk berusaha masih terbuka lebar, terutama melalui media digital/sosial. Sayangnya, tidak banyak individu yang mengetahui bagaimana cara memanfaatkannya, bahkan untuk sekedar memulai,”pungkasnya.

Advertisement