Mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel : Gubernur Terima 10M dari Pengusaha Saat Pilkada

3.277 dilihat
Mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel saat dimintai keterangan panitia hak angket DPRD Sulsel, Selasa, 9 Juli 2019

BUANAINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah diduga kuat menerima dana sebesar 10 miliar dari pengusaha di Sulses saat mengikuti Pilkada beberapa waktu lalu. Pernyataan itu dibeberkan mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, Jumras saat dimintai keterangan dihadapan Sidang Pansus Angket DPRD Sulsel hari Selasa, 9 Juli 2019.

Hal itulah yang menurut Jumras menimbulkan masalah beberapa waktu lalu, saat pengusaha yang merasa berjasa tersebut meminta jatah proyek, sambil menyebut nama pengusaha tersebut yaitu berinisial AS dan FT. Jumras merasa difitnah saat kedua pengusaha tersebut menyatakan dirinya meminta komitmen fee atas pekerjaan yang diperoleh kedua pengusaha tersebut.

“Saya tidak pernah berbicara seperti itu,” bantahnya, menceritakan saat dirinya menghadap Gubernur Nurdin Abdullah untuk mengkarifikasi masalah tersebut. “Kamu saya copot,” kata Jumras menirukan kata-kata Gubernur.

Atas pernyataan Gubernur itu Jumras langsung menyatakan bahwa dirinya tidak sanggup lagi menanggung beban pekerjaannya saat itu karena banyaknya tekanan.

Jumras memastikan pengusaha sudah memberikan bantuan uang sebesar 10 miliar kepada Nurdin Abdullah saat mencalonkan diri menjadi gubernur. Pernyataan itu bahkan disampaikan oleh Kakak Wagub Sulsel, AS yang kini sudah menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulsel. Kerabat Wagub ini dilantik oleh Gubernur Sulsel pada hari Kamis, 24 April 2019.

“Pak Jumras, kasih saja proyek itu kepada beliau berdua, karena mereka sudah membantu gubernur,” pinta AS dalam percakapannya dengan Jumras dan kemudian menyodorkan uang tunai 200 juta dan kemudian ditolak oleh Jumras.

Dicecar pertanyaan dari ketua pansus Kadir Halid, Jumras menyatakan sempat menyampaikan kepada Gubernur Nurdin Abdullah bahwa saat pengusaha tersebut meminta pekerjaan dari dirinya, menyatakan sudah memberikan bantuan kepada gubernur 10 miliar.

Jumras yang juga mantan Kepala Dinas Bina Marga kemudian menyatakan bersedia memberikan keterangan lebih rinci kepada Pansus dengan syarat disampaikan dalam forum tertutup yang tidak dihadiri oleh awak media.