Milangkala Tatar Sunda di Garut Berlangsung Semarak, Kirab Mahkota Binokasih Disambut Antusias Warga

2.686 dilihat

BUANAINDONESIA, GARUT – Perayaan Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Garut berlangsung semarak dan penuh makna pada Selasa malam (5/5/2026). Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya warga yang memadati sepanjang jalur kirab hingga titik akhir acara demi menyaksikan prosesi budaya yang sarat nilai sejarah tersebut.

Advertisement

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Keduanya ikut serta dalam kirab dengan menunggangi kuda, mengawal kereta kencana Ki Jaga Raksa yang membawa Mahkota Binokasih—lambang kejayaan kerajaan Sunda di masa lampau.

Turut memeriahkan iring-iringan, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, bersama Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, serta Ketua TP PKK Garut, Tinneke Hermina, yang tampil menggunakan kereta kencana.

Rute kirab dimulai dari Makorem 062/Tarumanagara hingga berakhir di Bale Dewa Niskala. Meski sempat diguyur hujan, semangat masyarakat tidak surut. Mereka disuguhkan beragam pertunjukan seni dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, yang dibuka dengan penampilan khas Garut, Surak Ibra.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat menyampaikan kebijakan penting terkait pengelolaan infrastruktur. Ia menetapkan bahwa seluruh jalur yang dilintasi kirab Mahkota Binokasih akan ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi, sehingga penataan fasilitas jalan ke depan menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

Menurutnya, langkah tersebut diambil agar Pemerintah Kabupaten Garut dapat lebih fokus pada pembangunan di wilayah pedesaan, mulai dari infrastruktur jalan desa, sarana pendidikan, layanan kesehatan, hingga irigasi dan perbaikan rumah warga.

Menanggapi hal itu, Bupati Garut menyatakan dukungannya. Ia menilai kebijakan tersebut akan mengurangi beban pemeliharaan jalan kabupaten, sehingga anggaran dapat dialokasikan ke wilayah lain yang membutuhkan, termasuk pengembangan akses menuju Kecamatan Pamulihan.

Selain pembangunan fisik, Bupati juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya. Ia menilai kehadiran Mahkota Binokasih di Garut menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya Sunda.

Perayaan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi serta mempererat kolaborasi antar daerah di Jawa Barat.

Advertisement