Myanmar Sembunyikan Bukti Genocide, Situs Makam Pembantaian di Buldoser

16.271 dilihat
Maung Nu, negara bagian Rakine, adalah lokasi pembantaian yang dilaporkan oleh kelompok hak asasi manusia pada Agustus tahun lalu. Foto: Proyek Arakan


BUANAINDONESIA.CO.ID – Kelompok pegiat hak asasi manusia (Human Right Watch) menyatakan, Pemerintah Myanmar membuldoser makam di Rohingya dalam upaya menghancurkan bukti pembantaian yang dilakukan tahun lalu oleh pihak militer Myanmar, Selasa, 20 Februari 2018.

Situs kuburan massal yang dilaporkan di Maung Nu, Kota Buthidaung, Negara bagian Rakhine Utara, merupakan lokasi pembantaian yang dilaporkan Human Righ Watch pada bulan Agustus tahun lalu.

Advertisement

Human Rights Watch menjelaskan, bahwa salah satu korban selamat menyatakan pihak tentara telah memukul, menyerang secara seksual, menikam, dan menembak penduduk desa yang telah berkumpul untuk mendapatkan keamanan di tempat tinggal di desa tersebut. Puluhan orang dilaporkan terbunuh, citra satelit yang diperoleh Human Rights Watch menunjukkan bahwa Maung Nu telah diratakan setelahnya.

The Arakan Project yang menggunakan jaringan on the ground adalah salah satu alat untuk mendokumentasikan pelanggaran terhadap komunitas Rohingya di Negara bagian Rakhine Barat, Myanmar. Rekaman tersebut menunjukkan tas terpal setengah terkubur di tempat terbuka dalam hutan, dengan kaki yang membusuk yang terlihat menonjol dari salah satu tasnya.

Chris Lewa, direktur Proyek Arakan, mengatakan buldoser tersebut tampaknya merupakan bagian dari upaya untuk menyembunyikan bukti kuburan secara permanen.

“Dua dari kuburan massal yang kita ketahui telah muncul di media, namun pada hari Kamis, salah satu situs kuburan massal lainnya dibuldoser. Ini berarti bukti pembunuhan tersebut sedang dihancurkan,” kata Crish.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Zaw Htay, membantah akan adanya pembersihan makam di Maung nu, karena daerah tersebut tidak ada penduduk yang bermukim dan tidak ada perumahan.

“Saya ingin tahu bukti apa yang sedang Anda bicarakan? Apakah itu kelompok teroris Arsa?
Tolong beri saya bukti dasar yang andal dan konkret. Tolong jangan berdasarkan cerita atau bincang-bincang orang Bengali di seluruh dunia atau pelobi Bengali,” ujar Zhaw Htay ketika diberikan pertanyaan perihal pembuldoseran makam di Maung Nu.

Editor: NA
Sumber (the Guardian)

Advertisement