Niat Pulang Berubah Seketika, Bupati Muba Toha Turun Pemadamkan Karhutla di Sekayu

578 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID ​MUBA– Perjalanan pulang Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet, mendadak berubah menjadi aksi penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (30/8). Usai menghadiri acara pernikahan di Kecamatan Sungai Keruh, Toha yang sedang dalam perjalanan menuju Sekayu mendadak menghentikan laju kendaraannya saat melihat kepulan asap membumbung tinggi.

​Asap tebal itu muncul dari lahan yang terbakar di kawasan RT 12 pinggir jalan utama hingga merembet ke wilayah Dusun Lama RT 17 RW 6, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu. Tanpa ragu, Toha memilih turun langsung dari mobil untuk memantau situasi dan memastikan penanganan di lapangan berjalan tanpa hambatan.

Advertisement

​Api yang dilaporkan mulai menyala sekitar pukul 13.00 WIB itu langsung direspons cepat oleh tim gabungan. Di lokasi, Toha yang didampingi Camat Sekayu Edi Heriyanto bergerak berkoordinasi dengan personel BPBD Muba, TNI, Damkar, hingga perangkat kelurahan setempat yang bahu-membahu memadamkan api agar tidak makin meluas.

​Bagi Toha, memadamkan karhutla adalah perlombaan melawan waktu. Ia menegaskan respons cepat menjadi harga mati untuk mencegah dampak yang lebih fatal.

​”Kita harus bergerak cepat. Sinergi semua pihak kunci utamanya supaya api bisa langsung terkendali dan dampaknya tidak menyebar ke mana-mana,” tegas Toha di tengah kepulan asap.

​Ia menambahkan, karhutla bukan cuma urusan lahan yang terbakar. Dampak tambahannya jauh lebih mengintai masyarakat, mulai dari ancaman ISPA, kelumpuhan aktivitas harian, hingga bahaya kabut asap. Karena itu, ia mengapresiasi kesigapan tim gabungan sekaligus mewanti-wanti warga untuk tidak main-main dengan potensi pemicu kebakaran.

​Sementara itu, Kepala BPBD Muba Marko Susanto membenarkan bahwa personelnya langsung diterjunkan begitu laporan masuk. Menurut Marko, penanganan awal yang tepat terbukti efektif menekan rambatan api ke pemukiman atau vegetasi di sekitarnya.

​Aksi tanggap bupati di lapangan ini menegaskan komitmen Pemkab Muba dalam merespons ancaman karhutla secara serius, di mana sinergi aparat dan kesadaran warga menjadi benteng utamanya.

Advertisement