Pemkab Garut Perkuat Transformasi Digital Kesehatan Lewat Peluncuran DED Tahap II

1.326 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Pemerintah Kabupaten Garut kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui peluncuran program Digitally Enabled District (DED) tahap kedua, Selasa (14/4/2026), di Ballroom Hotel Harmoni, Tarogong Kaler.

Advertisement

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Garut dan Summit Institute for Development (SID) yang difokuskan pada penguatan sistem data kesehatan terintegrasi guna menunjang pelayanan kesehatan primer yang lebih efektif dan responsif.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pemangku kepentingan di sektor kesehatan.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk wilayah dengan cakupan luas dan jumlah penduduk yang besar seperti Garut. Ia menilai, pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk meningkatkan indikator kesehatan masyarakat.

Menurutnya, implementasi DED diharapkan mampu mendorong pelayanan kesehatan yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan menyeluruh. Ia juga mengajak seluruh tenaga kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit, untuk membangun budaya digital dengan memastikan pengisian data dilakukan secara cepat, akurat, dan konsisten.

Sementara itu, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi, mengapresiasi langkah Kabupaten Garut yang dinilai progresif dalam mendukung Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Ia menyebut Garut sebagai salah satu daerah yang kerap menjadi rujukan dalam implementasi program kesehatan berbasis inovasi.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan terkait banyaknya sistem aplikasi yang harus dioperasikan. Melalui DED, diharapkan proses input data menjadi lebih sederhana sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti.

Di sisi lain, CEO SID, Yuni Dwi Setiyawati, menjelaskan bahwa Kabupaten Garut merupakan salah satu dari empat daerah yang mendapatkan pendampingan sejak 2023. Hal ini tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem data kesehatan yang terintegrasi.

Pendampingan tersebut telah memasuki fase kedua, setelah sebelumnya difokuskan pada pemetaan dan penguatan implementasi ILP di tingkat daerah. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemkab Garut dalam menindaklanjuti kerja sama melalui penandatanganan kesepakatan bersama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi SID sebagai mitra strategis. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan layanan kesehatan di Garut.

Program DED sendiri didukung oleh Gates Foundation dan dirancang untuk menjadikan Garut sebagai daerah percontohan dalam penerapan digitalisasi kesehatan berbasis standar interoperabilitas Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR). Sistem ini memungkinkan integrasi data secara menyeluruh, mendukung pemantauan kesehatan masyarakat, serta memperkuat tata kelola layanan kesehatan di tingkat kabupaten.

Dengan implementasi DED, diharapkan tercipta ekosistem layanan kesehatan yang lebih terhubung, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Garut.

Advertisement