Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja, Pemkab Garut Tutup Pelatihan Vokasi 2026

748 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Pemerintah Kabupaten Garut terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan pelatihan vokasi bagi para pencari kerja. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan penutupan resmi Pelatihan Pencari Kerja Tahun 2026 oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang dirangkaikan dengan Gelar Karya Vokasi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Kamis (16/4/2026).

Advertisement

Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkab Garut dan Kementerian Ketenagakerjaan RI, yang difokuskan pada upaya menekan angka pengangguran sekaligus membekali peserta dengan keterampilan teknis dan semangat berwirausaha.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut menegaskan pentingnya kesiapan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kerja sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami ingin generasi muda Garut memiliki bekal keterampilan yang cukup, baik untuk bekerja di industri maupun membangun usaha sendiri. Ini adalah bagian dari upaya memperluas akses lapangan kerja,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Nia Garnia Karyana, menyampaikan bahwa pelatihan yang telah dilaksanakan mencakup delapan bidang keahlian. Ke depan, pihaknya akan memprioritaskan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja, seperti industri sepatu, menjahit, perbaikan ponsel, serta produksi roti dan kue.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Yayan Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta yang terbagi dalam 10 paket kejuruan. Kurikulum pelatihan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan perpaduan materi teori dan praktik di berbagai bidang, mulai dari barista, desain grafis, hingga pengelasan dan servis kendaraan.

“Setiap peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi yang dapat digunakan saat memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Salah satu peserta, Salsa Wilia Rahma dari kelas desain grafis, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Ia menilai sistem pembelajaran yang disiplin serta dukungan fasilitas yang memadai menjadi nilai tambah selama mengikuti program.

“Materinya disampaikan secara rinci oleh instruktur, sehingga mudah dipahami. Selain itu, lingkungan pelatihan juga sangat mendukung,” tuturnya.

Melalui program ini, Pemkab Garut berharap para lulusan pelatihan mampu berperan aktif di tengah masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan teknologi dan mengembangkan potensi ekonomi berbasis keterampilan.

Advertisement