Perang Tagar Diingatkan Ancam Kedamaian Bangsa

2.424 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengkwatirkan polemik perang tagar antara pendukung Joko Widodo dengan masyarakat yang menginginkan adanya presiden baru di 2019. 

Politisi Golkar yang karib disapa Bamseot ini menilai, gerakan ini bisa mengancam kedamaian berbangsa dan bernegara di Tanah Air.

“Perang tagar ini situasi yang tidak menggembirakan. Justru mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup damai masyarakat,” kata Bamsoet dalam keterangan pers, Selasa 8 Mei 2018.

Menanggapi situasi ini, ia pun mengimbau kepada dua belah pihak untuk bersikap dewasa dalam menghadapi pesta demokrasi jelang Pemilu dan Pilpres 2019.

Dibanding perang tagar, Bamsoet menyarankan agar kedua pendukung tersebut membangun opini publik dengan cara-cara yang elegan.

“Memprovokasilah dengan cara-cara yang elegan. Karena kalau kita biarkan perang tagar, hari ini ganti presiden. Besok muncul lagi Jokowi dua periode. Kalau keduanya bertemu, ini bahaya,” pesan Bamsoet mengingatkan.

Sebelumnya, massa yang dipelopori oleh Kedua DPP PKS, Mardani Ali Sera mendeklarasikan #GantiPresiden2019 di Monas, Jakarta Pusat pada Minggu 6 Mei 2018.

Bahkan seminggu sebelumnya, massa gerakan tersebut sempat adu otot dengan masyarakat yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja yang diduga sebagai pendukung Joko Widodo.Imbasnya, masyarakat yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja melaporkan dugaan intimidasi kepada pihak berwajib.

sumber: tigapilarnesw.com