Peserta Seleksi CPNS Pesawaran Melahirkan Saat Tes, Bersalin Masih Pakai Seragam

2.465 dilihat
Peserta Seleksi CPNS Pesawaran Melahirkan Saat Tes. Foto : Internet

BUANAINDONESIA-,LAMPUNG- Persalinan yang tak disangka-sangka oleh salah satu peserta tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pesawaran membuat peserta itu tidak sempat ganti baju saat melahirkan.

Yesti Yulianti (36) peserta tes CPNS asal Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran mengatakan, proses persalinan yang dialaminya.  Selasa  4 Februari 2020 kemarin sangat cepat. Yesti bahkan tidak sempat mengganti pakaian untuk bersalin.

Advertisement

Saat putra keduanya menghirup nafas pertama, Yesti masih mengenakan seragam putih hitam yang dipakainya saat datang ke kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung pada pagi hari.

“Iya, kemarin itu pas melahirkan di IGD masih pakai seragam. Prosesnya cepat. Alhamdulillah dimudahkan,” kata Yesti, seperti dilansir dilaman Kompas. Kamis (6/2)

Nekat ikut tes CPNS, walau sedang hamil tua Pada pelaksaan tes CPNS Pemkab Pesawaran kemarin, Yesti dan suaminya, Raga Irlanda sengaja tinggal di Bandar Lampung. Karena pelaksanaan tes yang dijadwalkan mulai Senin (3/2/2020) hingga Rabu (5/2/2020) diadakan di kampus Itera Lampung yang berjarak lebih dari 30 kilometer memakan waktu lebih dari satu jam.

“Terlalu jauh, apalagi kondisi saya sedang hamil,” kata Yesti.

Yesti mengatakan, kelahiran anak keduanya itu tidak disangka-sangka. Meski pada saat tes, perempuan berjilbab yang mengambil farmasi Ahli I Guru Bimbingan Konseling di Pemkab Pesawaran ini sudah hamil tua. Dokter kandungannya pun mengatakan, hari perkiraan lahir (HPL) anak kedua Yesti itu sekitar akhir Februari.

Baru masuk ruangan tes, Yesti rasakan kontraksi… Hari kedua tes CPNS pun dimulai pada pukul 8.00 WIB. Karena sedang hamil, Yesti dipersilahkan masuk duluan dibanding peserta lain. Belum lagi sesi pertama tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) itu dimulai, Yesti mulai merasakan sakit dan kontraksi.

“Sebenarnya, dari malamnya sudah sakit. Tapi dulu, waktu anak pertama juga begitu, tapi ternyata kontraksi palsu, baru lahiran seminggu kemudian,” kata Yesti.

Yesti baru duduk dan hendak memasukkan pin untuk login, rasa sakit dan kontraksi makin menjadi.

Panitia pelaksana yang melihat Yesti gelisah dan mengalami kontraksi memutuskan untuk membawanya ke rumah bersalin terdekat. (**)