Plafon SMP Muhamadiah Tanjung Raja Runtuh amburadul

9.121 dilihat

OGAN  ILIR, buanaindonesia.com- Tidak ada angin dan Hujan plafon SMP Muhammadiyah Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja Ogan Ilir (OI) yang dikerjakan pada Februari 2013 lalu runtuh berkeping – keping.

informasi yang berhasil dihimpun, Proyek ini merupakan  rehab berat 3 RKB yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun  anggaran 2011 dengan besar anggaran 300juta lebih.

Advertisement

beruntung pada insiden Kejadian  runtuhnya  plafonon tersebut, tidak ada korban jiwa karena pada saat itu siswa – siswi sedang istirahat siang dan sholat di mushollah, hingga tidak ada yang jadi korban tertimpa reruntuhan asbes flapon yang pecah berantakkan.

Kepala sekolah  Yeti Yuliana.S.Pd. Saat dihubungi buanaindonesia.com Senin (10/02/14), mengakui memang benar adanya kejadian runtuhnya plafon di kelas IX SMP Muhammadiyah tersebut  dan merasa  sangat trauma, tak dapat dibayangkan jika anak-anak sedang belajar puluhan anak akan jadi korban itulah salah satu hikmah sholat, Karena waktu kejadian anak anak sedang sholat di musholah. “Pada saat runtuh diperkirakan pukul 13.10 wib, anak – anak sedang berada di dalam mushollah, dengan kejadian tersebut kami langsung melapor kepada pihak dinas pendidikan kabupaten,”

Sementara itu, dengan adanya kejadian tersebut  Ahmad Yadi, SH. Ketua komisi IV DPRD Ogan Ilir saat itu juga langsung turun investigasi kelokasi kejadian dan akan memanggil dinas terkait Pimpro PPTK dan pelaksana proyek APBN DAK 2012 untuk dimintai penjelasan prosedur dan fisik bangunan berdasarkan RAB yang ada.

Kedatangan komisi IV DPRD OI tersebut juga diakui Yeti Kepala sekolah SMP Muhammadiyah untuk melihat dari dekat kejadian runtuhnya plafon tersebut. “walaupun saat kedatangan Komisi IV tersebut saya sudah pulang dari sekolah.”

Sementara itu pihak dinas pendidikan OI melalui kasi kurikulum sekolah menengah Marsudi, S.Sos, MM saat dikonfirmasi mengatakan sudah mendapat laporan dari kepala sekolahnya dan memerintahkan ruangan tersebut untuk sementara dikosongkan dan jangan dipakai dulu untuk kegiatan belajar mengajar.

Sementara Kasi Program pembangunan Diknas OI Sayadi saat dihubungi sudah memerintahkan pihak ketiga atau kontraktor yang mengerjakannya kemarin untuk memperbaiki kendati sudah lewat masa pemeliharaan dan meminta kepada wartawan jangan menurunkan berita ini.(Mie)

Advertisement