PTBA Inventarisir Bangunan dan Tanam Tumbuh di Bukit Munggu dan Bedeng Kresek

9.753 dibaca

MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Usai melakukan sosialiasai kepada warga di pemukiman Bukit Munggu dan Bedeng Kresek, PT Bukit Asam (persero) Tbk langsung bergerak melakukan tahapan penggusuran dengan menginventarisir bangunan dan tanam tumbuh milik warga setempat. 

saat PTBA mendataKegiatan itu adalah tindak lanjut perusahaan yang akan menggunakan lahan di kedua pemukiman itu untuk operasional perusahaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (14/10/2015), kegiatan pengukuran dan iventarisir bangunan dan tanam tumbuh itu melibatkan unsur-unsur terkait seperti TNI, Polri, Kejaksaan, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan Tripika Lawang Kidul. Sebagian warga merasa kaget dengan kedatangan dari tim PTBA itu ke pemukiman warga. 

“Sempat kaget saja, karena sebelumnya tidak ada pengumuman resmi. Hanya desas-desus mau ada tim dari PTBA yang datang untuk mengukur bangunan dan tanam tumbuh di Bedengkresek dan Bukit Mungggu,” tutur  Yuli (35), salah seorang warga RT 04 Bedeng Kresek.

Padahal, kata dia, dirinya belum mengetahui persis komponen apa saja yang akan dihitung dan akan dinilai dengan harga berapa usai pengukuran nanti. Namun informasi yang ia dapat hanya komponen bangunan dan tanam tumbuh.

Terpisah, Ketua RT 04, Juri Hartono, disela-sela mendampingi tim dari Pertanahan PTBA dan unsur terkait mengatakan, informasi kegiatan pengukuran dan iventarisir ini sudah ia ketahui sebelumnya. Kegiatan ini akan dilakukan kepada seluruh warganya yang berjumlah sekitar ratusan kepala keluarga.

“Hari ini baru diukur bangunan dan tanam tumbuh, belum penentuan harga, maupun negosiasi. Baik bangunan baru dan lama semua dihitung,” jelas Juri.

Sementara itu, Camat Lawang Kidul melalui Kasi Trantib, Ali Gunawan, didampingi Lurah Tanjung Enim, Dani Rapiko mengatakan, bahwa kegiatan ini baru pada tahap pengukuran lahan dan tanam tumbuh. Ia meminta kepada warga untuk menyampaikan semua, baik itu bangunan, dan semua tanaman yang ada disekitar rumah warga.

“Kegiatan ini belum menentukan harga, dan baru mengukur, bangunan, tanam tumbuh,” jelas Ali Gunawan.

Editor : Juan

Bagaimana Menurut Anda?