Keluarga Berharap Pelaku Pembunuh Wijaya Segera Tertangkap

10.501 dibaca

MUARA ENIM, Buanaindonesia.com- Pelaku pembunuhan seorang kontraktor bernama Wijaya Kusuma (46), warga Jalan Ir H Sutami Kelurahan Pasar I, Muara Enim belum berhasil ditangkap oleh Jajaran Reskrim Polres Muara Enim.

Keluarga korban berharap, pelaku dapat segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya karena telah menghabisi nyawa korban secara biadab dengan cara menembakan pistol rakitan ke dada sebelah kiri pada Selasa, (5/1/2016) sekitar pukul 08.45 Wib, dikawasan RT 04, RW 03, Kelurahan Pasar III, Muara Enim.

Advertisement

“Saya berharap pihak berwajib dapat segera menangkap pelaku pembunuh suami saya. Dan dihukum seberat-beratnya,” tutur istri korban, Siti Andria Hemi (29) sambil bercucuran air mata saat dibincangi dikediamannya, Rabu (6/1/2015).

Hemi menceritakan, sebelum kejadian suaminya berencana akan ke kantor Diknas Muara Enim untuk mengurus proyeknya. Dan sempat meminta kepadanya untuk mengisikan pulsa hpnya. Saat itu, dirinya sedang berjualan di Trans Unit 8 Muara Enim.

“Setelah aku isikan pulsa, langsung aku telpon untuk menanyakan apakah pulsa sudah masuk belum. Lalu, langsung dijawabnya sudah masuk dan terdengar suami saya sedang mengobrol dengan orang sehingga langsung dimatikan hpnya,” ucapnya.

Tidak lama berselang, lanjut Hemi, dirinya ditelpon oleh adik angkat suaminya, Alex, yang menyuruhnya untuk pulang dan mengabari bahwa suaminya ditembak oleh anggota TNI. Mendengar info tersebut, dirinya langsung lemas dan meminta agar suaminya segera diberikan pertolongan. Namun, ternyata tidak dapat tertolong lagi dan sempat menyebut nama Allah sebanyak dua kali sebelum meninggal.

“Tidak ada firasat sebelum kejadian tersebut. Suami saya merupakan imam yang baik dan tulang punggung keluarga. Sekali lagi, saya memohon kepada pihak berwajib untuk dapat segera menangkap pelaku pembunuh suami saya, baik pelakunya anggota TNI atau bukan yang penting pembunuh suami saya dapat segera ditangkap,” harapnya.

Senada dituturkan Ibu korban, Sarwati (70), dirinya sangat syok dan terasa lemas seluruh badan setelah mendengar anaknya meninggal ditembak. Padahal, kata dia, sehari sebelum kejadian, korban dua kali mengunjunginya dan menanyakan kabar.

“Saya memang sudah ada firasat, karena sekitar setengah bulan terakhir ini, jantung sering berdebar-debar. Dan pernah terbesit tanda apa ini,” ucapnya.

Almarhum, lanjut Sarwati, pernah mengatakan akan mengumrohkannya apabila tanah miliknya telah diganti rugi. Dan meminta agar dirinya dapat terus menjaga kesehatan.

“Saya sedih mendengar kabar tersebut, karena almarhum anak yang baik dan perhatian kepada orang tuanya. Saya selalu berdoa agar pelakunya dapat segera ditangkap oleh pihak berwajib, serta diberi hukuman setimpal,” harapnya.

Esitor: Karnadi

Berita terkait:

Cekcok Mulut Kontraktor Tewas Ditembak

Bagaimana Menurut Anda?